Belum Bayar Uang Muka, Jadikah Rio Haryanto ke F1?

redaksi.co.id - Belum Bayar Uang Muka, Jadikah Rio Haryanto ke F1? , Jakarta -Pembalap asal Indonesia, Rio Haryanto, masih harus berjuang untuk bisa mengawali debutnya...

46 0

redaksi.co.id – Belum Bayar Uang Muka, Jadikah Rio Haryanto ke F1?

, Jakarta -Pembalap asal Indonesia, Rio Haryanto, masih harus berjuang untuk bisa mengawali debutnya dalam kejuaraan dunia balap mobil Formula 1 tahun 2016 ini. Pasalnya, Rio belum membayar uang muka yang diminta tim F1 yang tertarik untuk merekrutnya, yaitu Manor Marussia dari Inggris.

Indah Pennywati, ibu sekaligus manajer Rio, mengatakan bahwa tim Manor sudah menagih pembayaran awal sekitar 3 juta euro itu beberapa waktu lalu melalui surat. “Mereka menyatakan bahwa waktunya sudah lewat. Tapi kami menjelaskan kepada Manor bahwa dana itu ada dan meminta mereka untuk mengerti serta memberi waktu,” ujar Indah saat dihubungi, Senin 25 Januari 2016 lalu.

Untuk bisa bergabung dengan salah satu tim F1 ini, Rio harus membayar 15 juta euro atau sekitar Rp 225,69 miliar. Pembayaran ini bisa dilakukan beberapa tahap. Tapi, yang jelas, pihak Rio diwajibkan membayar uang muka 3 juta euro atau sekitar Rp 45,13 miliar.

Pertamina sudah bersedia menyumbang 5,2 juta euro. Sedangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), memberikan Rp 100 miliar atau sekitar 6,6 juta euro. Tapi pihak Rio belum bisa membayar uang muka karena pemberian dari dua pihak tersebut masih dalam proses pencairan.

Kementerian Pemuda dan Olahraga berharap tim manajemen Rio bisa mengupayakan pembayaran uang muka tersebut. “Pemerintah sudah memberikan jaminan, Bu Indah bisa mengeluarkan lebih dulu,” kata Kepala Komunikasi Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, saat dihubungi Senin lalu.

Gatot mengatakan pemerintah tidak akan lepas tangan dalam membantu manajemen Rio mencari tambahan dana untuk menutup kekurangannya dana yang dibutuhkan. “Kami tetap berkomitmen, tetap akan mendampingi saat tim manajemen Rio door-to-door ke BUMN (badan usaha milik negara) untuk mencari sponsor dana,” ujarnya.

Sebelum akhirnya memutuskan untuk menyumbangkan dana melalui KONI, Kemenpora telah tiga kali mengagendakan pertemuan tim manajemen Rio dengan sejumlah BUMN dalam upaya penggalangan dana ke F1. Namun rencana itu tidak berjalan karena berbagai alasan, seperti jadwal berbenturan dengan libur akhir pekan, terjadinya bom di Jakarta, dan jumlah perwakilan BUMN yang hadir sedikit. RINA WIDIASTUTI

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!