Bersaing dengan Ekspatriat? Siapa Takut!

redaksi.co.id - Bersaing dengan Ekspatriat? Siapa Takut! Tahun 2016, saatnya seluruh masyarakat Asia Tenggara menjadi satu-kesatuan dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Yup, pasar bebas Asia Tenggara...

23 0

redaksi.co.id – Bersaing dengan Ekspatriat? Siapa Takut!

Tahun 2016, saatnya seluruh masyarakat Asia Tenggara menjadi satu-kesatuan dalam MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Yup, pasar bebas Asia Tenggara akan segera diwujudkan dalam waktu dekat.

Di masa ini, persaingan pekerja di negara ASEAN akan semakin ketat, tidak terkecuali dengan persaingan di Indonesia. Untuk itu, perlu langkah yang tepat dalam bersaing dengan ekspatriat atau tenaga kerja asing.

Memahami MEA

CEO Karir.com Dino Martin menjelaskan, MEA bisa diartikan sebagai bentuk integrasi ekonomi ASEAN; semua negara yang berada di kawasan Asia Tenggara menerapkan sistem perdagangan bebas. Kurang lebih dua dekade lalu, tepatnya Desember 1997 saat diselenggarakannya KTT ASEAN di Kuala Lumpur, disepakati adanya ASEAN Vision 2020 yang intinya menitikberatkan pada pembentukan kawasan ASEAN yang stabil, makmur dan kompetitif dengan pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata serta dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Hal tersebut sesuai dengan Deklarasi Cebu yang merupakan salah satu hasil KTT ASEAN ke-12 Januari 2007. Pada KTT tersebut para pemimpin ASEAN sepakat untuk mengubah ASEAN menjadi wilayah perdagangan bebas baik barang maupun jasa, investasi, tenaga kerja profesional, juga aliran modal atau dana, tambah Dino.

Apa Dampak Positif MEA?

Dino memaparkan bahwa MEA akan mendorong arus investasi dari luar ke dalam negeri yang akan menciptakan multiplier effect dalam berbagai sektor khususnya dalam bidang pembangunan ekonomi. Potensi pasar MEA besar, yakni kurang lebih 600 juta jiwa populasi negara-negara ASEAN, dan secara demografis, Indonesia mencakup 53% wilayah tersebut.

MEA memberikan peluang kepada negara-negara anggota ASEAN dalam hal meningkatkan kecepatan perpindahan sumber daya manusia dan modal yang merupakan dua faktor produksi yang sangat penting.

Apa Tantangan bagi Tenaga Kerja Indonesia?

Sesuai dengan pilar MEA 2015, pembatasan transfer atau keluar-masuk tenaga kerja profesional akan dihapuskan. Hal tersebut memberikan kesempatan tenaga kerja asing memasuki lapangan kerja Indonesia. Artinya, tenaga kerja profesional di Indonesia kini harus siap menghadapi persaingan mendapatkan karir dengan saudara-saudara kita dari negara ASEAN, kata Dino.

Berdasarkan Mutual Recognition Agreement, ada delapan profesi yang telah ditetapkan standar dan kompetensinya oleh negara partisipan MEA. Artinya, delapan profesi ini akan memiliki akses mencari karir lintas negara. Profesi tersebut adalah, Insinyur, Arsitek, Tenaga Pariwisata, Akuntan, Dokter Gigi, Tenaga Survei, Praktisi Medis dan Perawat, tambahnya.

Sebagai profesional Indonesia yang menjadi aset bangsa, apa saja langkah yang bisa Anda usahakan untuk mampu bersaing dengan ekspat, tak hanya di negeri sendiri tapi juga di kancah ASEAN? Simak ulasannya!

1. Mentalitas

Mentalitas menjadi hal utama yang harus Anda siapkan. Memang bersaing dengan ekspatriat tidak mudah, tapi Anda harus yakin pada diri Anda untuk bersaing secara sehat. Mental yang kuat dan tangguh sangat dibutuhkan agar Anda bisa melakukan persaingan dengan maksimal.

2. Kemampuan dan Keahlian

Kompetensi juga sangat dibutuhkan untuk persaingan MEA, Anda harus menyiapkan kemampuan dan keahlian. Pasar ASEAN yang luas, kompetitif dan berkonsep multi-bahasa, tentu harus membuat Anda lebih cakap dalam berkomunikasi. Anda juga akan dituntut untuk menguasai bahasa asing, seperti bahasa Inggris yang telah menjadi bahasa global.

3. Koneksi

Hal yang satu ini sangat penting Anda siapkan, networking akan membantu Anda untuk membangun karir yang cemerlang. Jadi, jangan lupa untuk bersosialisasi dengan banyak orang dan membangun pertemanan yang erat.

4. Public Speaking

Kemampuan ini memang tidak dimiliki oleh semua orang, tetapi dengan latihan yang tepat Anda akan lebih mudah melakukannya. Anda bisa melatih diri Anda dengan berbicara di depan cermin ataupun mencoba untuk menjadi pembicara saat persentasi.

5. Profesionalisme

Profesionalisme memang menjadi hal yang sangat penting, tetapi tidak sulit melakukannya. Ketika Anda memiliki sikap tekun, kerja keras dan fokus, Anda bisa menggapai sikap profesionalisme dengan mudah. Saat Anda memiliki ketiga sikap tersebut, Anda akan mendapatkan hasil yang luar biasa.

Bernadette Themas, Managing Director Kelly Services Indonesia, perusahaan headhunter dan rekrutmen asal Amerika yang sudah berkarya lebih dari 26 tahun di Indonesia, mengungkapkan, Jika ditanya apa saja kekurangan tenaga kerja kita, prioritas akan jatuh pada faktor bahasa, rasa percaya diri atau fighting spirit dan kemampuan menjual diri.

Dari sisi skill dan kompetensi sih tidak kalah. Bahkan di beberapa industri, tenaga kerja kita sangat unggul, seperti di industri pariwisata, kedokteran dan IT. Perawat kita sampai dikirim ke luar negeri karena lebih telaten dibanding tenaga kerja asing. Namun masih kurang di faktor bahasa. Anak-anak muda kita pun sudah melek IT dan sangat kreatif, namun belum merata, tambahnya.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!