5 Transfer Gagal Liga Inggris, Liverpool-Chelsea Bersaing

redaksi.co.id - 5 Transfer Gagal Liga Inggris, Liverpool-Chelsea Bersaing Jendela transfer musim dingin 2015/2016 akan ditutup beberapa jam lagi dan kompetisi Liga Inggris segera dihiasi wajah-wajah...

31 0

redaksi.co.id – 5 Transfer Gagal Liga Inggris, Liverpool-Chelsea Bersaing

Jendela transfer musim dingin 2015/2016 akan ditutup beberapa jam lagi dan kompetisi Liga Inggris segera dihiasi wajah-wajah baru. Berbeda dengan bursa transfer musim panas, geliat belanja seluruh klub tidak terlalu besar.

Menilik ke belakang, banyak keputusan klub menggelontorkan dana besar untuk pemain baru di bulan ini malah tidak berbanding lurus dengan sumbangsih sang pemain di lapangan. Mereka gagal bersinar dan tidak mampu memenuhi harapan tim serta suporter.

Lantas, siapa sajakah pembelian terburuk Liga Premier Inggrisdalam satu dekade terakhir? Liputan6.com bakal mengulasnya untuk pembaca.

Fernando Torres

Torres ditransfer dari Liverpool ke Chelsea pada musim panas 2011 dengan biaya 40 juta poundsterling atau Rp 798 miliar. Bila bersama The Reds mampu mencetak 65 gol dalam 102 laga di semua ajang, kariernya merosot tajam saat di Stamford Bridge.

Mantan pemain timnas Spanyol itu cuma bisa mencetak 20 gol dalam 110 pertandingan. Tak heran The Blues pun menjualnya ke Milan tiga tahun kemudian.

Karier Torres di Milan pun tak berjalan baik. Ia hanya menyumbang satu gol dari 10 laga di semua kompetisi. Kini dia mencoba menghidupkan ketajamannya lagi bersama tim masa kecilnya, Atletico Madrid.

Andy Carroll

Carroll merupakan didikan akademi Newcastle United yang dilirik banyak klub raksasa ketika itu. Akhirnya, Liverpool mendatangkan pemain ini pada 2011 sebagai pengganti Torres dengan biaya 41 juta pounds atau Rp 809 miliar.

Berbaju The Reds hingga 2013, striker jangkung itu cuma mencetak enam gol dari 44 laga hingga akhirnya dipinjamkan ke West Ham. Kini pemuda 27 tahun tersebut telah diikat The Hammers secara permanen dan jadi andalan di lini depan mereka.

Robbie Keane

Keane cuma enam setengah musim berbaju Liverpool, mulai dari Juli 2008 hingga akhir Januari 2009, setelah datang dari Tottenham Hotspur dengan mahar 24 juta euro atau Rp 360 miliar lebih.

Dalam 19 kali main di berbagai ajang, pria kelahiran Irlandia tersebut hanya mencetak lima gol. Setelah itu, The Reds mengembalikannya ke Tottenham. Sayangnya ia gagal menunjukkan lagi ketajamannya di White Hart Lane karena hanya mencetak satu gol dari 10 laga di semua kompetisi.

Keane akhirnya dipinjamkan ke West Ham United. Namun ia memutuskan pindah ke LA Galaxy pada tahun 2011. Keputusan Keane berkelana ke MLS tidak salah. Sejauh ini ia sudah menyumbangkan tujuh gelar.

Adrian Mutu

Pemain Rumania ini datang ke Chelsea pada 2003 dari Parma dengan biaya 2,5 juta euro atau lebih dari Rp 337 miliar. Tapi pada 2004 dia didepak dari Stamford Bridge karena gagal dalam tes narkotika.

Chelsea kemudian menggugat Mutu dan FIFA memerintahkan sang pemain untuk membayar 17 juta euro (Rp 255 miliar) untuk membayar ganti rugi pada klub. Selama membela klub kaya itu, dia hanya mencetak 6 gol dari 27 laga.

Mutu pun sempat membela beberapa klub Serie A seperti Juventus, Fiorentina, dan Cesena. Ia juga pernah membela klub Prancis, AC Ajaccio.

Klub terakhir yang dibela Mutu adalah Pune City yang bermain di Indian Super League (ISL).

Andriy Shevchenko

Shevchenko datang ke Chelsea dengan nilai transfer 45 juta euro atau sekitar Rp 675 miliar setelah bersinar di AC Milan sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa di klub (127 gol dari 208 laga).

Namun selama dua tahun bersama The Blues, pemain asal Ukraina itu hanya mencetak sembilan gol dari 48 pertandingan. Sheva kesulitan mengembalikan ketajamannya lagi, bahkan setelah Chelsea memulangkannya ke Milan.

Sheva kemudian pulang ke Dynamo Kyiv pada tahun 2009. Ia akhirnya memutuskan gantung sepatu tiga tahun kemudian dan beralih menjadi politikus.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!