Virus Zika Menyebarkan Ketakutan pada Wanita Hamil di Brazil

redaksi.co.id - Virus Zika Menyebarkan Ketakutan pada Wanita Hamil di Brazil REPUBLIKA.CO.ID,RECIFE -- Di kota pesisir Recife, kepanikan melanda bangsal bersalin, setelah virus zika yang dideteksi...

23 0

redaksi.co.id – Virus Zika Menyebarkan Ketakutan pada Wanita Hamil di Brazil

REPUBLIKA.CO.ID,RECIFE — Di kota pesisir Recife, kepanikan melanda bangsal bersalin, setelah virus zika yang dideteksi tahun lalu di Amerika kerap dihubungkan dengan cacat kelahiran pada otak bayi. Terlebih belum ada obat maupun vaksin yang dapat mengobati penyakit tersebut.

Dari sekitar empat per lima kasus zika, tak ada gejala nyata yang membuat perempuan tidak menyadari terinfeksi. Uji virus hanya dapat terdeteksi jika mereka telah terinfeksi selama sepekan pertama.

Deteksi pun hanya dapat dilakukan di klinik swasta dengan biaya 900 real Brazil, yang setara dengan lebih dari upah minimum bulanan di negara tersebut.

Di Rumah Sakit IMIP Recife, puluhan ibu-ibu menunggu dengan cemas melihat hasil ultrasound scan yang akan menunjukkan apakah anak mereka mengalami kelainan pada otak dan kepalanya atau biasa disebut mikrosepalus. Sejaun ini rumah sakit telah memiliki 160 bayi yang lahir dengan kondisi kelainan tersebut sejak Agustus.

Salah seorang calon ibu Elisangela Barros mengatakan kondisi ini sangat menakutkan. Ia khawatir putrinya yang masih di dalam kandungan akan mengalami mikrosepalus. “Lingkungan saya miskin dan penuh dengan nyamuk, sampah dan tak ada air mengalir. Lima tetangga saya juga terkena zika,” ujar Barros sambil menangis.

Perempuan seperti Barros yang hidup di daerah kumuh penuh sesak memang hanya memiliki sedikit pertahanan melawan nyamuk Aedes aegypti yang membawa zika. Mereka sering tak mampu membeli obat pembasmi serangga atau sedikit akses keluarga berencana.

Sementara para dokter khawatir wabah ini akan meningkatkan keinginin orang untuk melakukan aborsi. Di Brazil mengakhiri kehamilan merupakan tindakan ilegal kecuali dalam kasus perkosaan atau ibunya berisiko.

Penyebaran cepat virus zika di 22 negara di AS telah mendorong beberapa pemerintahan menyarankan peremupan untuk menunda kehamilan.Di El Salvador pemerintahnya bahkan merekomendasikan wanita tak hamil dulu hingga dua tahun ke depan.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!