Suami dan Kembaran Mirna Diperiksa Polisi

294

redaksi.co.id – Suami dan Kembaran Mirna Diperiksa Polisi

Penyidik kembali memanggil orang-orang terdekat untuk penyidikan kasus pembunuhan berencana lewat kopi mengandung racun sianida terhadap Wayan Mirna Salihin.

Di antaranya, suami Mirna, Arief Soemarko dan saudari kembar Mirna, Shandy Salihin yang memenuhi panggilan ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (2/2/2016).

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan.

Shandy Salihin dan Arief Soemarko datang bersamaan ke Ditreskrimum pada pukul 15.00 WIB.

Seorang penyidik turut mendampingi keduanya.

Shandy yang mengenakan baju hijau tosca menolak berkomentar perihal pemeriksaannya ini.

Begitu juga suami Mirna yang mengenakan kemeja kotak-kotak ala Jokowi Pilpres yang berjalan melewati kerumunan wartawan tanpa sepatah kata pun.

Shandy Salihin dan Arief Soemarko merupakan orang terdekat yang mengenal dan mengetahui teman dan aktivitas Mirna semasa hidup.

Bahkan, pernikahan Arief dan Mirna berawal perkenalan keduanya sewaktu masih kuliah di Australia delapan tahun lalu.

Kedua orang tersebut mengenal dan beberapa kali bertemu dengan Jessica Kumala Wongso, teman Mirna yang telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Mirna.

Jessica adalah teman Mirna yang dikenalnya sejak menempuh kuliah di kampus yang sama, Sydney, Australia.

Wayan Mirna Salihin tewas seusai meminum es kopi Vietnam yang dipesan oleh temannya, Jessica Kumala Wongso di kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, 6 Januari 2016 lalu.

Saat itu, ada seorang perempuan bernama Hani yang datang bersama Mirna dan meminum minuman jenis lain yang juga dipesan Jessica.

Dari penyelidikan polisi, ditemukan zat racun sianida dari sisa kopi yang diminum dan di lambung Mirna.

Polisi menetapkan Jessica sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Mirna pada Jumat, 29 Januari 2016 dan menangkapnya di hotel sehari kemudian.

Meski telah memiliki empat alat bukti, termasuk alat petunjuk rekaman CCTV saat Jessica, Mirna, dan Hani minum kopi di kafe Olivier, sejauh ini polisi belum mengungkap motif kasus pembunuhan berencana itu.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

loading...

Comments

comments!