Sandy Tumiwa Keukeuh Merasa Tidak Bersalah

redaksi.co.id - Sandy Tumiwa Keukeuh Merasa Tidak Bersalah Sandy Tumiwa baru saja menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/2).Dalam...

17 0

redaksi.co.id – Sandy Tumiwa Keukeuh Merasa Tidak Bersalah

Sandy Tumiwa baru saja menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/2).

Dalam sidang hakim menyebutkan bahwa Sandy Tumiwa sebagai komisaris PT. CSN Bintang Indonesia. Sandy didakwa melanggar pasal 378, 374, 372.

Dari sekitar 14 orang korban yang dijadikan saksi dalam BAP, total kerugiannya mencapai Rp 4miliar

Saat ditanya soal dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sandy Tumiwa menganggukkan kepala menandakan mengerti.

Namun Sandy Tumiwa membantah tuduhan JPU. Sandy mengaku tidak pernah memegang uang hasil bisnisnya itu. Hal tersebut diungkapkan Elza Syarief, selaku kuasa hukum Sandy.

“Sandy dari dulu sudah melaporkan ke Polda bahwa tanda tangan di akta notaris saat dia dibilang jadi komisaris itu tak pernah ada. Itu dipalsukan tanda tangannya Sandy,” ujar Elza Syarief usai sidang di Pengadilan Jakarta Pusat, Selasa (2/2).

Elza menambahkan, klienya dijadikan komisaris hanya sebagai ikon untuk menarik investor lantaran profesinya yang juga sebagai artis.

“Sandy saat itu kan artis, jadi ikon, bisa menarik. Jadi Sandy diminta sebagai artis untuk jelaskan apa perusahaan itu. Sandy dapat honor saja, enggak ada uang ke Sandy. Uangnya ke rekening Cici semua,” terang Elza Syarief.

Artis Sandy Tumiwa ditangkap atas dugaan penipuan investasi trading forex fiktif. Selain Sandy, polisi juga menangkap seorang perempuan bernama Astriana alias Cici (49).

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menerangkan, kedua tersangka mendirikan PT CSM Bintang Indonesia untuk menarik investasi. “Sudah kami cek ke Bappebti, perusahaan PT CSM Bintang Indonesia ini tidak terdaftar,” kata Krishna kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Kepada korban, kedua tersangka mengaku jika perusahaan tersebut bergerak di bidang pelatihan trading forex, batubara dan entertainment. “Tersangka Sandy bertindak selaku komisaris utama, sementara tersangka Cici sebagai direktur utama di perusahaan tersebut,” imbuhnya.

(pri/gur)

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!