Sanksi FIFA Berimbas ke Liga Futsal Nasional

redaksi.co.id - Sanksi FIFA Berimbas ke Liga Futsal Nasional Menjelang bergulirnyaLiga Futsal Nasional atau Pro Futsal League (PFL), ElectricPLN , memperkenalkan 21 pemain baru. Dari 21...

20 0

redaksi.co.id – Sanksi FIFA Berimbas ke Liga Futsal Nasional

Menjelang bergulirnyaLiga Futsal Nasional atau Pro Futsal League (PFL), ElectricPLN , memperkenalkan 21 pemain baru. Dari 21 pemain, semuanya berasal dari Tanah Air. Ini merupakan kali pertama bagi klub yang dilatih Vernard Hutabarattidak menggunakan pemain asing untuk bermain di liga.

Menurut pembina ElectricPLN, Jerico Umbas, tidak adanya pemain asing yang bermain di klubnya karena imbas dari sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada Indonesia pada 30 Mei 2015. Padahal, ia mengatakan pihaknya sudah melakukan pembicaraan terhadap dua pemain Spanyol.

Alhasil, pihaknya menggunakan pemain yang berasal dari Indonesia. Para pemain tersebut terpilih setelah mengikuti seleksi terbuka yang dilakukan klub asal Jakarta itu pada 15 Desember 2015.

“Rencananya kami mau mendatangkan dua pemain asing dari Spanyol. Tapi hal itu tidak jadi karena saat ini Indonesia sedang berada di bawah sanksi jadi pemain tidak bisa mengurus izin,” kata Jerico di hotel Century Park, Rabu (3/2/2016).

Jerico menambahkan, walaupun memakai pemain Tanah Air, ia tetap yakin timnya bisa meraih prestasi dalam ajang yang diikuti oleh 16 klub futsal.”Target kami tetap juara. Meskipun tim ini diisi para pemain baru, tapi saya mempunyai keyakinan mereka dapat menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Rencananya, Pro Futsal League mulai bergulir pada 6 Februari sampai 5 Juni 2016. Sebanyak 16 klub sudah terdaftar mengikuti ajang ini yang akan dibagi ke dalam dua grup, Barat, dan Timur.

Pemain asing sebenarnya bisa bermain di Indonesia untuk klub sepak bola. Saat Indonesia disanksi, masih banyak pemain asing yang memperkuat klub ISLpada turnamen. Namun, pemain asing menggunakan visa dan izin tinggal sebagai turis, karena turnamen bukan menjadi ajang resmi federasi.

“Liga Futsal Nasional adalah turnamen resmi jadi kami harus mengurus transfer perpindahan pemain asing dari federasi masing-masing. Nah, di situ kami mengalami kesulitan karena status Indonesia yang masih disanksiFIFA. Berbeda dengan klub sepak bola yang bisa mendatangkan pemain asing dengan visa turis,” jelas Jerico.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!