Pemerintah Disarankan Kaji Penurunan Harga BBM

168

redaksi.co.id – Pemerintah Disarankan Kaji Penurunan Harga BBM

Kementerian ESDM mencatat, harga minyak mentah Indonesia pada Januari 2016 sebesar USD 27,49 per barel. Harga ini turun USD 7,98 dibandingkan Desember 2015 yang mencapai USD 35,47 per barel.

Anggota Komisi VII DPR Nasyirul Falah Amru menyarankan pemerintah untuk mengkaji secara mendalam penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal ini sebagai langkah tindak lanjut akan turunnya harga minyak dunia di kisaran USD 30 per barel.

“Kita bicara jujur harga sekarang ini level USD sudah turun anjlok katakanlah. Ketika harga sudah segitu maka pemerintah harus menyesuaikan dan menurunkan harga di pasaran. Kalau enggak begitu pasti akan muncul pertanyaan kenapa harga minyak dunia sudah turun tetapi BBM tidak turun,” kata Falah di Jakarta, Jumat (5/2/2015).

Dalam pernyataannya kepada tribunnews.com, Falah menamabahkan, penurunan harga BBM tidak serta merta mengikuti harga di pasaran dunia. Sebab, kata dia, pemerintah diketahui baru saja menurunkan harga BBM pada bulan Januari lalu.

Selain itu, Falah menjelaskan, berdasarkan peraturan Menteri ESDM, pemerintah mengkaji dan mengevaluasi harga BBM setiap tiga bulan sekali.

Sebagaimana yang aturan ini telah dibahas dan diketahui sebelumnya dengan Komisi VII DPR selaku mitra Kementerian ESDM.

Oleh sebab itu, lanjut dia, penurunan harga BBM bisa dilakukan paling lambat pada bulan April mendatang. Tentunya dengan melihat perkembangan harga pasaran minyak dunia.

“Kalau lihat Permen ESDM yang dibicarakan dengan kami, itu peurbahan harga penetapannya senantiasa disesuaikan 3 bulan, dan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kalau enggak salah awal Januari.Sehingga memang misalkan harga minyak dunia level rendah USD 30 per barel tentunya paling tidak April lah,” jelas Falah.

Jadi, lanjutnya, kalau sekarang pemerintah belum menurunkan BBM mestinya terkait Permen ESDM. Jika diturunkan sekarang, akan menabrak peraturan yang ada.

“Kita telah rapat dengan Dirut Pertaminia sudah ada sinyal mau menurunkan untuk harga pertamax, kalau kita lihat perbandingan dengan produk luar lain seperti Shell cukup jauh. Masak Shell harga turun kita enggak. Supaya kompetitif, dan hal itu suatu yang lumrah,” Falah yang juga Ketua Bamusi, Organisasi Sayap PDIP ini menegaskan kembali.

(red//ainuddin/MZ)

loading...

Comments

comments!