5 Pemain Paling Setia kepada Klub

redaksi.co.id - 5 Pemain Paling Setia kepada Klub Era sepak bola modern yang mulai berkembang sejak tahun 1980-an, memang identik dengan uang. Iming-iming gaji tinggi, nama...

29 0

redaksi.co.id – 5 Pemain Paling Setia kepada Klub

Era sepak bola modern yang mulai berkembang sejak tahun 1980-an, memang identik dengan uang. Iming-iming gaji tinggi, nama besar klub kerap membuat banyak pemain rela berganti kostum.

Maka itu, pada dedake 1980-an hingga 1990-an, bahkan 2000-an, begitu banyak rekor transfer tercipta. Klub-klub kaya seperti berlomba-lomba mengumpulkan bintang-bintang terbaik dengan kekuatan finansialnya.

Namun, tidak semua pemain melulu berorientasi kepada uang. Bagi sebagian dari mereka, loyalitas, kesetiaan, integritas jauh lebih penting, di atas segalanya.

Apalagi bagi pemain yang memiliki akar kuat terhadap klubnya. Membawa klub tercinta, yang dibelanya sejak kanak-kanak atau remaja, menjadi yang terbaik, akan sangat berarti nilainya, melebihi uang.

Bahkan, tidak sedikit pemain yang rela menghabiskan seluruh kariernya hanya untuk sebuah klub.

Berikut lima pemain yang paling setia kepada klub, terhitung sejak era 1980-an:

5. Iker Casillas, Real Madrid, 26 Tahun

Iker Casillas bisa jadi contoh loyalitas yang disia-siakan. Bayangkan, setelah 26 tahun pengabdiannya, Real Madrid seperti membuangnya.

Padahal, selama 26 tahun membela Madrid,tak kurang dari 18 trofi dia labuhkan.Kini, kiper berusia 34 tahun ini harus petualangan barunya di Liga Portugal bersama FC Porto.

Casillas memang benar-benar “anak Madrid”. Dia lahir dan tumbuh di “Kota Mode” Spanyol itu. Casillas bergabung dengan Real Madrid pada 1989 di usia 9 tahun, sebagai cantera.

Tak heran, saatMadrid memutuskan tak memperpanjang kontraknya pada akhir musim 2014/15, suporter pun menangis.

Hebatnya, selama membela Madrid, dia pun berkibar bersama timnas Spanyol. Dia turut membawa “Tim Matador” jadi juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008 serta 2012. Bahkan, sampai saat ini, dia masih jadi pilihan utama di bawah mistar Spanyol.

4. Steven Gerrard, Liverpool, 26 Tahun

Steven Gerrard kini tengah menikmati akhir kariernya bersama LA Galaxy di Liga AS. Namun, sebelum itu, nama Gerrard sempat 26 tahun menjadi idola publik Liverpool.

Untuk suporter Liverpool, Gerrard, 35 tahun, memang sudah jadi legenda. Satu-satunya kekurangan Gerrard adalah kegagalannya membawa The Reds jadi juara Liga Primer.

Padahal, dia sempat mengangkat Liverpool ke tangga prestasi tertinggi di Eropa, saat menjuarai Liga Champions 2004/05. Dia juga berhasil membawa Liverpool dua kali menjuarai Piala FA.

Gerrard sendiri bergabung dengan Liverpool saat masih kanak-kanak, tahun 1989. Hingga saat ini, orang pun masih banyak yang berpendapat, Liverpool belum bisa menemukan penggantinya.

3. Francesco Totti, AS Roma, 26 Tahun

Francesco Totti adalah contoh sosok “one man club”. Bagaimana tidak, sejak bergabung dengan AS Roma, pada tahun 1992, hingga kini, dia masih begitu nyaman membela klub asal ibu kota Italia.

“Il Capitano”, julukan Totti memang sudah jadi legenda di Roma. .Hingga kini, Totti telah tampil di lebih dari 750 laga Roma dengan torehan lebih dari 790 gol. Jumlah itu bisa bertambah karena hingga saat ini dia masih aktif bermain.

Totti bergabung dengan Roma saat masih berusia 13 tahun. Dia melakukan debut pada usia 19 tahun. Dia mulai jadi kapten sejak pada tahun 1998, di usia 22 tahun. Itu rekor sebagai kapten klub Seri A termuda.

Prestasi terbesar Totti adalah saat membawa Roma meraih scudetto musim 2000/01. Sementara di level tim nasional, Totti ikut membawa Italia jadi juara di Piala Dunia 2006.

2. Ryan Giggs, Manchester United, 27 Tahun

Bagi Ryan Giggs, tak ada klub selain Manchester United (MU). Dia memang mengawali karier saat bergabung dengan Manchester City pada 1985. Namun, usai bergabung dengan MU pada 1987, Giggs tak lagi pindah klub hingga pensiun pada tahun 2014.

Giggs mengawali karier profesionalnya dengan MU pada tahun 1990, di usia 17 tahun. Sejak saat itu, dia selalu jadi pilihan utama Setan Merah.

Namanya benar-benar menjulang di era pertengahan 1990-an. Ketika itu, bersama David Beckham, Paul Scholes, Nicky Butt, serta Neville Bersaudara, mereka dijuluki “The Class of 92”.

Total, Giggs, 42 tahun, telah tampil 963 laga bersama MU. Dia sukses melabuhkan 37 gelar, termasuk 13 gelar liga, 4 Piala FA, 2 Liga Champions.

Giggs sepertinya memang ingin mendedikasikan seluruh kemampuannya di sepak bola untuk MU.Buktinya, usai pensiun dari lapangan hijau, Giggs masuk ke jajaran staf pelatih. Saat ini, dia jadi salah satu asisten pelatih Louis Van Gaal.

1. Paolo Maldini, AC Milan, 31 Tahun

Paolo Maldini adalah “One Man Club” sesungguhnya. Bagaimana tidak, sejak bergabung di usia remaja, hingga pensiun pada 2009, Maldini, 47 tahun, hanya membela AC Milan selama 31 tahun!

Di Italia, tak ada tifosi yang tidak menghormatinya. Sebab, karier Maldini bersama timnas Italia juga gilang-gemilang. Prestasi terbaiknya bersama Italia adalah saat jadi runner-up Piala Dunia 1994.

Di Milan, Maldini sempat jadi bagian The Dream Team yang legendaris. Di era keemasan ini, mereka begitu menguasai Italia dan Eropa. Di Seri A, tim ini sempat mencetak rekor 58 laga tak terkalahkan.

Total, bersama Milan, Maldini, yang jadi kapten menggantikan Franco Baresi melabuhkan 27 gelar. Di antaranya 7 gelar scudetto, 5 Liga Champions, serta Piala Italia.

Di Milan, Maldini adalah dinasti. Sebab, sebelumnya, sang ayah, Cesare, juga lama membela I Rossoneri. Saat ini, kiprah Maldini juga diikuti dua putranya, Christian dan Daniel, yang tergabung dalam tim junior Milan.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!