Menteri Transportasi Jerman: Kereta Tabrakan Dalam Kecepatan Tinggi di Tikungan

redaksi.co.id - Menteri Transportasi Jerman: Kereta Tabrakan Dalam Kecepatan Tinggi di Tikungan Dua kereta berpenumpang yang bertabrakan di Jerman, Selasa (9/2/2016), dikatakan tengah melaju dalam kecepatan...

32 0

redaksi.co.id – Menteri Transportasi Jerman: Kereta Tabrakan Dalam Kecepatan Tinggi di Tikungan

Dua kereta berpenumpang yang bertabrakan di Jerman, Selasa (9/2/2016), dikatakan tengah melaju dalam kecepatan tinggi di tikungan.

Hal itu dinyatakan oleh Menteri Transportasi Jerman Alexander Dobrindt, yang menjelaskan soal insiden yang dikabarkan telah menewaskan 10 orang itu.

Menurutnya, kedua kereta api yang melaju dari arah berlawanan itu saling menabrak keras, sehingga kedua kereta berakhir rusak parah.

Kedua masinis masing-masing kereta mungkin tak saling mengetahui (keberadaan masing-masing) sampai di menit-menit terakhir,” kata Dobrint, dikutip AFP.

Ia menyimpulkan demikian karena katanya kecelakaan terjadi di sebuah tikungan.

Satu dari dua kereta itu menabrak kencang, sehingga kereta yang satunya lagi benar-benar rusak parah, imbuh dia lagi.

Sebenarnya, menurut Dobrint, jalur rel kereta api itu dilengkapi sistem pengereman otomatis yang bertujuan mencegah kecelakaan semacam itu.

Namun, masih belum dapat dipastikan penyebab tabrakan itu dan Dobrint pun mengaku tak bisa memberi penjelasan lebih, sebab semuanya masih spekulasi.

Oleh karena itu, para penyelidik sedang mencari bukti-bukti apakah kecelakaan tersebut diakibatkan oleh kesalahan teknis atau kesalahan manusia.

Sejauh ini telah ditemukan dua kotak hitam dari kereta nahas itu, yang dianggap seharusnya dapat membantu menjelaskan kecelakaan tersebut.

Sebelumnya diberitakan insiden tabrakan kereta api terjadi di dekat kota Bad Aibling, Bavaria, Jerman, yang membuat rangkaian kereta terguling.

Selain korban tewas, kecelakaan itu juga menyebabkan sekitar 150 orang mengalami cedera berat dan ringan, serta terjebak di kereta. (AFP/The Guardian)

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!