Menhub Jonan: Keamanan Jadi Prioritas di Proyek Kereta Cepat

redaksi.co.id - Menhub Jonan: Keamanan Jadi Prioritas di Proyek Kereta Cepat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan baru akan mengeluarkan izin pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung apabila semua...

41 0

redaksi.co.id – Menhub Jonan: Keamanan Jadi Prioritas di Proyek Kereta Cepat

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan baru akan mengeluarkan izin pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung apabila semua kelengkapan dokumen telah dipenuhi oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Pasalnya, faktor keselamatan dan keamanan moda transportasi tersebut akan ditentukan dari hasil analisis dokumen-dokumen itu.

Jonan mengatakan sebagai regulator, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempunyai tugas memastikan semua sarana dan prasarana transportasi massal yang akan digunakan oleh masyarakat memenuhi unsur keselamatan. Oleh sebab itu, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengeluarkan izin pembangunan sebelum adanya kelengkapan dokumen.

“Jadi peranan yang paling besar, sebagai regulator untuk meyakinkan tentang keselamatan atau safety dari setiap program pembangunan transportasi di Indonesia,” ujarnya.

Jonan menyatakan untuk mendapatkan izin pembangunan, KCIC selaku badan usaha penyelenggara prasarana kereta cepat harus melaporkan sejumlah dokumen kepada Kemenhub. Dokumen-dokumen yang harus disiapkan antara lain hasil analisis geologi, analisis gempa, dan rancangan teknis proyek pembangunan.

“Kalau izin pembangunan itu pemrakarsa (KCIC) diharapkan bisa melengkapi data primer, analisis geologi, analisis gempa, detail engineering design (DED). Pemrakarsa sudah minta 5 km pertama yang lahannya sudah bisa dijalankan,” ia menjelaskan.

Sementara itu, terkait apakah medan yang dilewati oleh kereta cepat tersebut rawan terjadi gempa, Jonan mengatakan hal tersebut baru bisa ditentukan setelah pihaknya menerima dan mengevaluasi dokumen yang disampaikan oleh KCIC nantinya.

“Sebenarnya jalur ini aman atau tidak tergantung analisis gempa yang harus dilakukan oleh pemrakarsa. Nanti kita evaluasi, sehingga bisa menentukan bentuk konstruksinya seperti apa untuk antisipasi gempa itu,” kata dia.

Jika dari hasil evaluasi Kemenhub menyatakan jalur kereta cepat tersebut rawan gempa, maka KCIC harus merubah trase yang sudah dirancang sebelumnya. Hal ini demi menjamin keselamatan penumpang sekaligus memastikan umur pakai jalur kereta cepat nantinya.

“Ini kalau tidak aman ya dirubah trasenya, makanya kita minta analisis dan sebagainya. Jadi tidak bisa, ‘Oo ini rawan gempa’. Jalur kereta api yang lama juga melewati wilayah yang rawan gempa. Karena itu setiap minggu diperbaiki, dijaga. Ini tergantung teknologi, detail pembangunan maunya seperti apa,” tandas Jonan. (Dny/Zul)

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!