Lulung: Kalau Ahok Tak Sanggup, Biar Saya ke Kalijodo

redaksi.co.id - Lulung: Kalau Ahok Tak Sanggup, Biar Saya ke Kalijodo Rencana pembongkaran kawasan prostitusi Kalijodo oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahokmenuai respons...

47 0

redaksi.co.id – Lulung: Kalau Ahok Tak Sanggup, Biar Saya ke Kalijodo

Rencana pembongkaran kawasan prostitusi Kalijodo oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahokmenuai respons berbagai pihak. Tak terkecuali dari Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana.

Pria yang akrab dipanggil Lulung itu berharap agar tidak ada kekerasan dalam proses pembongkaran kawasan Kalijodo. Ia meminta agar Ahoklebih humanis dengan melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh lokal di kawasan Kalijodo tersebut.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tidak ingin insiden seperti saat penggusuran di Kampung Pulo pertengahan 2015 terulang lagi. Ia yakin, warga Jakarta bisa diajak dialog dengan baik.

“Harus berangkat dari tokoh lokal di situ. Jangan ada lagi backhoe terbakar. Jangan ada lagi gas air mata. Rakyat bisa diajak ngomong yang baik, secara manusiawi,” ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Lulung menantang Ahok menertibkan Kalijodo tanpa perlawanan. “Kalau Ahok tidak sanggup, biarkan saya yang ke sana (Kalijodo). Saya yakin mereka mengenal saya dengan baik,” ucap Lulung.

Ia juga mengkritisi rencana Ahok yang akan mengerahkan sejumlah pasukan TNI dan Polri bersenjata untuk membongkar Kalijodo. Bahkan suami Veronica Tan itu berencana mengirim tank. Rencana tersebut dianggap Lulung terlalu berlebihan.

“Jangan menggunakan kekerasan berdampak anarkis. Menggunakan alat-alat negara. Alat ketahanan alutsista. Itu untuk perang,” kata Lulung.

“Menertibkan rakyat dengan tentara dan polisi berarti gagal,” sambung dia.

Lulung meminta Ahok meniru cara mantan Gubernur DKI Sutiyoso yang berhasil mengubah kawasan prostitusi di Kramat Tunggak menjadi Islamic Center. Ia yakin, cara yang humanis seperti yang dilakukan Bang Yos –sapaan akrab Sutiyoso– memberi dampak lebih baik.

“Di sana bukan persoalan preman atau mafia. Ada hajat orang banyak. Pemerintah harus melakukan pendekatan dengan baik. Penertiban, lakukanlah penataan. Orangnya dibina. Harus dengan perjuangan estafet, jangan buru-buru,” jelas Lulung.

Artikel Lainnya:

Prediksi Einstein 100 Tahun Lalu Terbukti Benar

Preman Paling Berkuasa di Kalijodo

Dorna Izinkan Indonesia Gunakan Sirkuit Jalanan

Tiba di Indonesia, Marc Marquez Langsung Santap Soto Ayam

20 Hal Menarik Tentang Ed Sheeran

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!