Ketika Fisikawan Menangkap Suara Semesta

redaksi.co.id - Ketika Fisikawan Menangkap Suara Semesta Tim fisikawan internasional mengonfirmasi temuan gelombang gravitasi. Temuan ini mengonfirmasi salah satu penemuan astrofisika terbesar abad lalu. Ilmuwan menggunakan...

46 0

redaksi.co.id – Ketika Fisikawan Menangkap Suara Semesta

Tim fisikawan internasional mengonfirmasi temuan gelombang gravitasi. Temuan ini mengonfirmasi salah satu penemuan astrofisika terbesar abad lalu. Ilmuwan menggunakan laser inferometer gravitational wave observatory (LIGO) mencoba menangkap suara semesta.

“Kami bisa mendengar gelombang gravitasi. Kami bisa mendengar alam semesta,” ujar fisikawan Gaby Gonzalez, kepada pers Jumat (12/2).

Apa sebenarnya yang mereka dengarkan? Seperti apakah gelombang gravitasi itu? Tim LIGO menjelaskan gelombang gravitasi terdengar sebagai hasil dari dua lubang hitam yang bertabrakan. Tabrakan ini menghasilkan energi 50 kali lebih banyak dibandingkan semua bintang di alam semesta. Peristiwa ini hanya terjadi sepersekian detik.

“Ini hal yang sangat mengagumkan. Kita bukan hanya bisa melihat alam semesta, kita akan bisa mendengarkan alam semesta,” kata dia.

Sinyal direkam oleh LIGO dikonversi menjadi gelombang suara. Dalam sebuah video yang dimuat di halaman Science Alert, tim merilis gelombang frekuensi suara yang sama persis dengan frekuensi gelombang gravitasi. Pada bagian kedua dari video, suara telah dimodifikasi pada frekuensi yang lebih tinggi sehingga sesuai dengan rentang pendengaran manusia.

“Apa yang kami lakukan adalah mengambil sinyal nyata dan menggesernya ke beberapa rentang frekuensi, namun itu masih merupakan sinyal yang nyata,” kata dia.

Ilmuwan mengatakan suara blip yang terdengar dalam penelitian melalui LIGO itu adalah gelombang gravitasi sebagaimana lubang hitam bertabrakan. “Ini hanya berlangsung selama 20 milidetik dan frekuensi diukur dengan presisi yang sama dengan lebar rambut manusia selama empat tahun cahaya,” kata Becky Ferreira, ahli fisika yang ikut teribat dalam penelitian ini.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!