Muslim New York Protes Sepatu Nike Berlambang Lafaz Allah

redaksi.co.id - Muslim New York Protes Sepatu Nike Berlambang Lafaz Allah NEW YORK -- Penggunaan lafaz Allah pada tempat yang tidak semestinya ternyata bukan hanya ditemukan...

41 0

redaksi.co.id – Muslim New York Protes Sepatu Nike Berlambang Lafaz Allah

NEW YORK — Penggunaan lafaz Allah pada tempat yang tidak semestinya ternyata bukan hanya ditemukan di Indonesia. Seorang pria muslim asal New York, Nabeel Kaukab yang merupakan penggemar setia sepatu Nike, sempat terkejut ketika akan membeli sebuah sepatu Nike di media daring (online). Ia mendapatkan sebuah gambar yang mirip lafadz Allah pada bagian belakang dan alas sepatu.

Dilansir dari The Express Tribune, Ahad (14/2), Kaukab menguggah temuannya tersebut ke akun Facebook pribadi pada 10 Februari lalu.

“Kepada Nike, dengan tulus saya ingin menanyakan untuk tim Nike ID. Hari ini saya mencoba membeli sepasang sepatu Air Jordans dan mengecek daftar produk, dan mendapatkan salah satu model menempatkan teks kata-kata yang seharusnya tidak diharapkan umat Islam di sepatu itu,” tulis Kaukaab di akun Facebook-nya, yang beredar di Huffingtonpost.

Pria 40 tahun ini mendesak Nike untuk mencabut kata tersebut. Jika tak dilakukan, ia menduga Nike memang sengaja menaruh kata tersebut untuk menghasut kekerasan oleh muslim.

“Sejauh yang saya bisa asumsikan, tindakan diskriminatif itu menghina identitas muslim dunia. Karena memang tidak ada merek dagang atas kata tersebut, tapi Nike seharusnya menyadari hal itu akan menghasut kekerasan, bila Nike sadar untuk segera mencabut produk tersebut,” tambahnya.

Juru Bicara Nike, Kate M akhirnya menanggapi isu ini setelah ramai menjadi pembicaraan di media online setempat. Kate mengatakan sebenarnya Nike telah fokus menghindari isu-isu yang berkaitan dengan senitifitas budaya dan agama pada produknya sejak enam tahun lalu.

Nike pun berjanji akan merespon keluhan ini dan tidak akan memperbolehkan kata-kata di Nike seperti, Allah, Alquran, Jihad dan ISIS untuk menghindari polemik.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!