Kalkulasi Pembiayaan Kereta Cepat Mencemaskan

redaksi.co.id - Kalkulasi Pembiayaan Kereta Cepat Mencemaskan Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yeni Sucipto, meminta pemerintah mengkaji ulang proyek pembangunan kereta cepat yang menghubungkan...

26 0

redaksi.co.id – Kalkulasi Pembiayaan Kereta Cepat Mencemaskan

Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yeni Sucipto, meminta pemerintah mengkaji ulang proyek pembangunan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.

Proyek yang menghabiskan dana sekitar Rp 7 triliun dan bersumber dari pinjaman Tiongkok, berdasarkan perhitungan, Fitra untuk melunasinya negara harus mendapatkan pendapatan sebesar Rp 8 miliar perhari.

Sedangkan, kereta cepat tersebut jika penumpangnya penuh, setiap harinya hanya menghasilkan Rp 2,8 miliar dan masih ada kekurangan sebesar Rp 5 miliar yang menjadi beban negara.

“Kurangnya pasti nanti disubsidi negara,” kata Yeni Sucipto di Sekretariat Nasional FITRA, Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (15/2/2016).

Kekurangan sebesar Rp 5 miliar itu, dikhawatirkan Yeni, akan membuatkan empat BUMN selaku konsorsium pinjaman dengan Tiongkok dapat dilego sahamnya.

Terlebih lagi, jelas Yeni, porsi APBN untuk sektor yang lebih penting dapat terpangkas untuk pelunasan pinjaman proyek itu.

“Selain tidak berkontribusi pada pemasukan APBN. Justru akan menyunat subsidi untuk kesehatan dan pendidikan karena memberikan subsidi ke sana,”katanya.

Karena itu, Yeni meminta pemerintah mempertimbangkan kembali proyek tersebut.

“APBN kita saja setiap tahunnya masih berhutang Rp 60 triliyun,” ujar Yeni.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!