Parasit Ini Bikin Simpanse Tertarik Dekati Predatornya

redaksi.co.id - Parasit Ini Bikin Simpanse Tertarik Dekati Predatornya , Jakarta - Bakteri parasit biasanya membunuh makhluk inangnya dengan cara menginfeksi anggota tubuh mereka hingga...

18 0

redaksi.co.id – Parasit Ini Bikin Simpanse Tertarik Dekati Predatornya

, Jakarta – Bakteri parasit biasanya membunuh makhluk inangnya dengan cara menginfeksi anggota tubuh mereka hingga mati. Namun parasit satu ini berbeda. Ia mengontrol makhluk hidup yang diinfeksinya menjadi menghampiri predator pembunuh.

Hal inilah yang dilakukan Toxoplasma gondii terhadap simpanse. “Dia menguasai area otak yang berperan mengatur penciuman, membuat inangnya tertarik pada urine predator,” kata Peter M. Kappeler, ketua tim peneliti dari Pusat Primata Gottingen, Jerman, seperti dilansir IFL Science, Ahad, 14 Februari 2016.

Awalnya, perilaku ini ditunjukkan tikus laboratorium. Biasanya, tikus akan menghindari area yang memiliki aroma urine kucing kuat karena takut bertemu dengan pemangsanya tersebut. Namun, di bawah pengaruh T. gondii , efeknya berkebalikan. Tikus dengan anehnya menjadi tertarik pada urine kucing.

Hal serupa tampak di alam liar, terutama pada simpanse liar di Gabon, Afrika. Pengaruh parasit membuat mereka dengan sukarela menghampiri area beraroma urine macan tutul, predator alami mereka. Sedangkan simpanse lain yang tak terinfeksi cenderung menghindari area serupa.

“Ini terjadi ketika parasit tersebut ingin kembali ke tubuh feline untuk bereproduksi,” ucap Kappeler. Parasit ini memang umumnya hidup di tubuh kucing. Namun ada periode transisi di mana ia berpindah ke medium lain, seperti tikus atau mamalia.

Dengan membiarkan inang mediumnya dimangsa predator seperti kucing atau macan tutul, T. gondii berhasil mencapai tujuannya. Siklus ini akan terus berulang. Meski demikian, Kappeler menegaskan, manusia aman dari manipulasi parasit ini. T. gondii dalam tubuh manusia justru memiliki dampak lain, seperti kelambatan berpikir dan bereaksi. IFL SCIENCE | URSULA FLORENE

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!