Tantangan Terbesar Ekonomi RI pada 2016

redaksi.co.id - Tantangan Terbesar Ekonomi RI pada 2016 Ekonomi Indonesia masih belum seutuhnya terlepas dari tantangan pada 2016. Lantaran, harga minyak dunia belum bisa diprediksi.Ekonom Universitas...

44 0

redaksi.co.id – Tantangan Terbesar Ekonomi RI pada 2016

Ekonomi Indonesia masih belum seutuhnya terlepas dari tantangan pada 2016. Lantaran, harga minyak dunia belum bisa diprediksi.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan, harga minyak dunia tertekan berdampak pada kelesuan investasi di sektor minyak dan gas (migas). Hal tersebut memberikan dampak berkelanjutan pada sektor lain.

“Kalau minyak turun 20 persen positif karena mengurangi inflasi, logistik cost. Kalau turunnya 75 persen negatif. Semua ekonom juga bingung,” kata dia di Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Dia menerangkan, sejumlah lembaga bahkan mengatakan harga minyak dunia saat ini belum pada titik terendahnya. Hal tersebut menjadi suatu yang mengkhawatirkan.

Baca Juga

“Ada yang bilang bottom-nya US$ 20 per barel, ada US$ 15 per barel, yang ngomong bukan main-main IMF. Bayangkan IMF ramalnya US$ 15 per barel,” ujar dia.

Ancaman lain berasal dari pelemahan ekonomi China. Dengan pelemahan negara tirai bambu tersebut akan mengurangi permintaan barang dari Indonesia.

“Belum China mengkhawatirkan ekonomi mereka akan tumbuh 6,5 persen tahun ini, the lowest selama 25 tahun China. Dampaknya akan kurangi demand barang Indonesia,” kata dia.

Sementara itu, dia menuturkan Indonesia telah melewati masa suram pada tahun lalu. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level 14.700 dianggap telah menyentuh level terendah.

Kemudian, rasa kepercayaan diri masyarakat telah tumbuh ditandai dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04 di kuartal IV 2015 yang juga ditandai dengan penjualan mobil.

“Kuartal terakhir penjualan meningkat tadinya diperkirakan 950 ribu ternyata melampaui sejuta,” ujar Tony.

Dia juga menuturkan, kekhawatiran juga mereda sejak Bank Sentral Amerika Serikat memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan.

“Bisul sudah pecah ketika Janet Yellen (pemimpin bank sentral AS) menaikkan suku bunga The Fed dari 16 Desember 2015. Ini ditunggu, setiap mau naiki suku bunga spekulan nubruk dolar, mendahului, nyolong start,” kata dia. (Amd/Ahm)

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!