Istri Gubernur Jadi Korban Intelijen Gadungan

243

redaksi.co.id – Istri Gubernur Jadi Korban Intelijen Gadungan

Diduga mengaku sebagai angota Badan Intelijen Negara (BIN), Farida Amin (47), warga Kelurahan Soa Sio, Ternate Utara langsung diamankan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Malut.

Farida sendiri diamankan pada acara Focus Group Disccution (FGD) persiapan Gerhana Matahari Total (GMT) di Bela Internasional Hotel, Sabtu (14/2) akhir pekan.

Abdullah Awedy, salah satu anggota BIN yang juga sebagai Kaposda Taliabu, mengatakan penangkapan pelaku tersebut berawal dari perintah Kabinda.

Sebelumnya, dirinya sudah diperintahkan untuk mengamankan pelaku sebelum ditangkap pada Sabtu (14/2).

Penangkapan itu didasari oleh beberapa pengakuan saksi yang telah merasa dirugikan atas perbuatan pelaku.

Pelaku diamankan di Bela International Hotel. Saya ingat dalam perintah satu minggu lalu ada pihak yang dirugikan dari ulah pelaku. Saya juga sudah mendapat perintah dari Kabinda untuk menahan pelaku guna dimintai keterangan, dan pelaku akan tetap diproses secara hukum, tegas Awedy seperti dilansir Malut Post (Grup JPNN).

Awedy mengatakan, di awal pemeriksaan, pelaku tidak membantah melakukan aksi pemerasan dengan membawa nama BIN.

Namun pelaku akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa setelah petugas mendapatkan pengakuan dari salah satu saksi melalui sambungan ponsel yang menyatakan bahwa pelaku pernah mengakui dirinya sebagai anggota BIN.

Selain itu, ada beberapa orang lagi yang pernah menjadi korban dari aksi pelaku, termasuk istri Gubernur Malut.

Awalnya pelaku tidak mengaku. Tapi setelah kita hubungi via ponsel kepada saksi yang kita punya, pelaku langsung tidak bisa mengelak. Sudah banyak yang jadi korban, termasuk istri Gubernur, ajudan Ibu gubernur. Saksi yang kita mintai keterangan ini juga mengakui bahwa pelaku mengaku sebagai anggota BIN saat berada di depan saksi, sebut Awedy.

Awedy juga menuturkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku juga mengaku sebagai anggota Intelijen Investigasi Aliansi Indonesia dan mulai melancarkan aksinya sejak tahun 2012 dengan motif menguntungkan diri sendiri.

Dia mengaku menjadi anggota Intelijen Investigasi Aliansi Indonesia pada 2012, dan sejak itu pelaku langsung melakukan aksinya dengan motif kepentingan pribadi, terangnya.(tr-04/jfr/fri/)

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!