Bisnis Properti Tahun Ini Tak Banyak Berubah, Ini Alasannya

159

redaksi.co.id – Bisnis Properti Tahun Ini Tak Banyak Berubah, Ini Alasannya

Managing Director Corporate Strategy Services Sinar Mas Land Ishak Chandra mengatakan pertumbuhan properti pada 2016 tidak akan banyak mengalami perubahan.

“Tidak akan lebih jelek, tidak akan lebih bagus, karena bunga bank juga masih tinggi,” ujar Ishak di Hotel Premier Santika, Jakarta, Selasa 16 Februari 2016. Menurutnya, pergerakan properti tidak hanya disebabkan faktor pelambatan ekonomi. Pemberlakuan pengampunan pajak ( tax amnesty ) akan berpotensi meningkatkan sektor properti pada 2016. Ishak berujar, pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan perkembangan sektor properti dengan sparing ownership. Usaha tersebut berdampak positif untuk menyelesaikan masalah kepemilikan asing.

“Kepemilikan asing itu jangan banyak batasannya. Kalau banyak batasannya gak banyak impactnya.” Ia mencontohkan saat ini kepemilikan asing terrbatas mereka yang bekerja di Indonesia (ekspatriat). Padahal, banyak orang asing yang ingin berinvestasi properti ketika memasuki masa pensiun ( retired ). “Misal orang Jepang yang mau retired di sini, dia tidak bekerja tapi dia mau tinggal di sini,” ujarnya.

Ishak merasa yakin prospek bisnis properti tidak akan pernah surut. Properti adalah kebutuhan primer yang sekaligus bisa dijadikan investasi. Masalahnya, kebanyakan orang menahan dana miliknya. “Uang ada tapi menahan atau dipecah.” Ia menyarankan agar ada pemberian kemudahan kepemilikan. “Sebagai developer harus bisa melihat apa yabg diinginkan masyarakat,” Ishak berujar.

Bank Indonesia, berdasarkan surveinya, mengungkapkan harga properti residensial meneruskan tren perlambatan sejak awal 2015. Di kuartal IV/2015 indeks harga properti residensial hanya tumbuh 0,73 persen, lebih lambat dibandingkan kuartal III-2015 yang tumbuh 0,99 persen. Kenaikan harga bahan bangunan dan upah pekerja masih menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga rumah, tulis hasil survei BI yang dikutip dari laman resmi Bank Sentral kemarin.

(red//ur/sikin/MNA)

loading...

Comments

comments!