Ini yang Bikin Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

redaksi.co.id - Ini yang Bikin Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain Aliran dana asing terus masuk ke Indonesia di awal tahun ini. Tak heran, jika...

38 0

redaksi.co.id – Ini yang Bikin Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Aliran dana asing terus masuk ke Indonesia di awal tahun ini. Tak heran, jika hal tersebut berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan, masuknya aliran dana asing ke Indonesia tersebut terdorong oleh faktor dari dalam dan eksternal. Dari internal, dipengaruhi rilis data-data ekonomi yang cenderung positif.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2015 mencapai 5 persen. Angka tersebut di atas level psikologis di mana pada kuartal sebelumnya hanya berkisar 4,7 persen.”Menurut saya 5 persen itu angka psikologis karena memberikan harapan ke pasar,” kata dia di Jakarta, Senin malam (15/2/2016).

Sedangkan Dari eksternal, lanjut Tony, karena kurang menariknya investasi di negara berkembang selain Indonesia. Sebut saja China yang sekarang kurang kompetitif akibat upah buruh yang terus naik.

Dia juga mengatakan, pembangunan ekonomi di China telah melewati titik jenuhnya. Sejak dipimpin Deng Xioping negara tirai bambu tersebut telah memberi alokasi yang besar pada pembangunan infrastruktur.

“Persoalannya spending-nya berkurang, dulu zamannya Deng Xiaoping yang membangun China 1979 belanja infrastruktur besar, rasio GDP 10 persen untuk infrastruktur hasilnya dahsyat,” katanya.

Negara berkembang lain juga mengalami masalah. Tony menerangkan, Brazil memiliki corak ekonomi seperti Indonesia karena mengandalkankomoditas. Namun negara terbelit tuduhan manipulasi defisit APBN sebesar 10 persen. Indonesia sendiri defisit anggaran sekitar 2,5 persen.

“Rumusdefisit APBN emerging market maksimum 3 persen. Lebih dari itu trouble,” katanya.

Sedangkan Venezuela, Tony menuturkan anggaran negara tersebut kini jebol karena jatuhnya harga minyak. Dalam APBN Venezuela, harga minyak dipatok US$ 100 per barel.”Harga minyak US$ 33 per barel, APBN jebol, mereka cetak duitakibatnyainflasi240 persen,” katanya.

Pembanding lain, Malaysia kini juga tengah mendapat masalah. Jatuhnya harga minyak juga berdampak pada keuangan negara tersebut. Petronas kini mengalami masalah keuangan yang berimbas pada berkurangnya penerimaan negara.

Cadangan devisa Malaysia, kata Tony hanya sekitar US$ 92 miliar, lebih tinggi Indonesia di kisaran US$ 102 miliar.

“Mereka terkena hit minyak Petronas colapse, revenue pemerintah berkurang, kemudian terkena korupsi. 10 triliun kalau dirupiahkan,” tukas dia.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!