Madrid Diduga Beli Bale dari Uang Pajak Uni Eropa

redaksi.co.id - Madrid Diduga Beli Bale dari Uang Pajak Uni Eropa Skandal pembelian Gareth Bale dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid terus bergulir. Setelah sebelumnya kontrak...

15 0

redaksi.co.id – Madrid Diduga Beli Bale dari Uang Pajak Uni Eropa

Skandal pembelian Gareth Bale dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid terus bergulir. Setelah sebelumnya kontrak jual beli itu bocor, Madrid kini menghadapi masalah setelah sejumlah anggota parlemen eropa menuding mereka membeli Bale menggunakan uang pajak Uni Eropa.

Anggota Parlemen Eropa dari kelompok konservatif Daniel Dalton bersama dengan Sander Loones dan perwakilan dari Catalan Ramon Tremosa adalah tiga anggota parlemen Uni Eropa yang menyeruakan isu itu.

Ketiganya meminta Komisi Eropa untuk melakukan investigasi terhadap asal usul uang pembelian Bale yang mencapai 100 juta euro atau sekitar Rp 1,5 triliun itu.

Ketiga anggota parlemen itu menduga Madrid menggunakan uang pajak Uni Eropa dalam pembelian itu melalui Bankia, salah satu bank terbesar di Spanyol.

Dalam transfer pemain termahal di dunia itu, Bankia bertindak sebagai penjamin Madrid kepada Tottenham. “Jika uang pembayar pajak digunakan untuk menjamin pembelian Gareth Bale makan ini adalah sesuatu yang Uni Eropa harus investigasi lebih lanjut,” ujarnya.

“Real Madrid adalah klub terkaya di dunia dan jika mereka menggunakan bank yang dimiliki oleh Uni Eropa, yang didanai oleh pembayar pajak, untuk membeli biaya transfer jutaan pound, maka jelas Uni Eropa harus memastikan tidak ada perlakuan tidak adil yang diberikan kepada semua tim sepakbola yang ada.”

Kecurigaan itu muncul karena sebelum transaksi itu terjadi pada September 2013, Bankia mendapatkan suntikan dana dari Uni Eropa sebesar 18 miliar euro atau sekitar Rp 269,8 triliun untuk menyelamatkan bank itu dari kehancuran. Karena suntikan dana itu, otomatis Bankia saat ini menjadi milik Uni Eropa.

Keterlibatan Bankia dalam transfer itu bisa dianggap sebagai tindakan yang ilegal. Bankia juga diduga memberikan ketidakadilan terhadap klub-klub lain dan menganakemaskan Madrid.

Skandal penggunaan dana Uni Eropa ini bukan yang pertama kali menimpa klub asal Spanyol. Pada 2012 lalu, pemerintah Spanyol memutihkan hutang pajak klub-klub mereka kepada Uni Eropa sebesar 752 juta euro.

Keputusan itu sempat mendapatkan protes dari masyarakat Uni Eropa. Majalah Jerman, Bild, misalnya. Mereka mempertanyakan sampai kapan masyarakat Jerman harus mensubsidi gaji para pemain mahal seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang bermain di Spanyol. DAILYMAIL|FEBRIYAN

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!