Curhat Benitez Soal Pemecatannya Dari Madrid

redaksi.co.id - Curhat Benitez Soal Pemecatannya Dari Madrid Sebulan setelah pemecatannya dari kursi Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez akhirnya angkat bicara. Dia menyatakan bahwa dirinya kecewa...

9 0

redaksi.co.id – Curhat Benitez Soal Pemecatannya Dari Madrid

Sebulan setelah pemecatannya dari kursi Pelatih Real Madrid, Rafael Benitez akhirnya angkat bicara. Dia menyatakan bahwa dirinya kecewa dengan pemecatan itu karena Real Madrid tak berada dalam posisi yang buruk saat itu.

Dia memebenarkan kabar bahwa dirinya mengalami pemecatan setelah Madrid kalah dari Barcelona dan Atletico Madrid, dua rival terberatnya untuk menjadi juara Liga Spanyol. Dengan cepat, Madrid menggantikannya dengan pelatih Real Madrid B, Zinadine Zidane, awal Januari lalu. Benitez menganggap kekalahan itu sebagai hal yang lumrah dan tak membahayakan posisi Madrid.

Menurut dia, musim masih panjang dan timnya juga meraih hasil yang sangat positif di Liga Champions.

“Sangat menyedihkan karena saat itu kami lolos dari babak grup Liga Champions tanpa kekalahan dan membuat banyak gol. Kami sangat senang dengan performa tim dan sangat menyedihkan kami tidak berada disana saat ini,” ujarnya.

“Sulit untuk dijelaskan. Anda perlu tahu pasti apa yang terjadi di Real Madrid dalam beberapa tahun belakangan. Anda lihat Camacho, Del Bosque, Pellegrini, Mourinho, Ancelotti (semua direkrut dan dipecat dalam waktu singkat)… Jadi, tidak mudah menjadi manajer disana,” lanjutnya.

Sebagai mantan pemain yang pernah merasakan akademi Real Madrid, Benitez mengaku bahwa menjadi pelatih di Los Galacticos adalah pekerjaan impiannya.

Namun dia menyatakan bahwa tim itu memiliki atmosfir kepanikan yang luar biasa. Kepanikan itu menurut dia, ditunjukan oleh Presiden Florentino Perez, fans, serta para pemain jika hasil pertandingan tak sesuai harapan. Dia mengatakan bahwa Florentino Perez membuat keputusan terlalu cepat karena kepanikan itu.

“Sebenarnya saya pikir kami bisa mengakhiri musim dengan sangat baik tetapi disana terjadi kepanikan, fans panik, Presiden panik dan akhirnya mereka memutuskan mengganti manajer,” ujarnya.

Gejala kepanikan akut, menurut dia ditunjukan oleh Perez. Dia mengaku sangat terganggu dengan sikap Perez yang seakan tak mempercayainya dan mengintervensi tim.

“Asisten saya mengatakan bahwa disana Chairman selalu hadir. Dia selalu berada dimana-mana, dia berbicara dengan pemain, dia berbicara dengan media,” ujarnya.

“Tidak mudah bagi seorang manajer, terutama yang berasal dari Inggris melihat presiden tim berbicara dengan pemain atau dengan media setiap hari.” MIRROR|FEBRIYAN

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!