Arkeolog Temukan Pemukiman 7.000 Tahun di Yerusalem

redaksi.co.id - Arkeolog Temukan Pemukiman 7.000 Tahun di Yerusalem YERUSALEM -- Pihak berwenang di Israel mengumumkan penemuan sebuah permukiman manusia kuno di Yerusalem yang berusia ribuan...

24 0

redaksi.co.id – Arkeolog Temukan Pemukiman 7.000 Tahun di Yerusalem

YERUSALEM — Pihak berwenang di Israel mengumumkan penemuan sebuah permukiman manusia kuno di Yerusalem yang berusia ribuan tahun. Situs bersejarah itu ditemukan saat pemerintah melakukan perbaikan jalan.

Para arkeolog memperkirakan usia pemukiman berkisar 7.000 tahun. Mereka menyebut permukiman ini paling tua di wilayah tersebut.

“Ini pertama kalinya kami menemukan arsitektur semacam ini di Yerusalem,” kata Direktur Penggalian Otoritas Kepurbakalaan Israel, Ronit Lupu, dilansir dari Deutsche Welle, Kamis (18/2).

Menurut Lupu, pemukiman tersebut telah menunjukkan sebuah masyarakat yang mapan, sangat terorganisir, dengan sebuah kuburan. Penggalian menunjukkan dua rumah dengan sisa-sisa yang terawat baik dan lantai yang memiliki pembuluh tembikar, alat-alat baru, dan mangkuk basal.

Lupu mengatakan, barang-barang ini mewakili periode Chalcolithic awal yang dimulai sekitar 5000 SM. “Pada periode Chalcolithic, manusia yang masih menggunakan alat-alat batu mulai membuat keramik tingkat tinggi dan alat tembaga,” ujar Lupu.

Pemukiman kecil dari periode yang sama juga ditemukan di sekitar Israel dan Yordania, tetapi belum digali. Periode Chalcolitic dianggap oleh beberapa orang menjadi jembatan antara Zaman Batu dan Zaman Perunggu.

Kurangnya bukti arkeologi dari periode ini di Yerussalem telah lama membingungkan banyak peneliti. Bagi Lupu, penemuan ini adalah penutupan untuk pencarian panjang jenis permukiman di Yerusalem.

“Selama bertahun-tahun di Yerusalem, kami memiliki perasaan. Kami tahu itu ada di suatu tempat, tetapi tidak pernah menemukan itu. Di sini kami menemukan itu,” kata Lupu. Situs ini ditemukan saat pihak berwenang melakukan perbaikan jalan di lingkungan Yerusalem timur dari Shuafat. Saat ini, belum ada rencana untuk memperluas area 50 meter persegi untuk menggali situs.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!