Sehari Usai Ledakan Ankara, Turki Kembali Diterjang Bom

redaksi.co.id - Sehari Usai Ledakan Ankara, Turki Kembali Diterjang Bom Turki terus memanas. Sehari usai diterjang bom, insiden serupa kembali terjadi di negara tersebut.Kali ini serangan...

20 0

redaksi.co.id – Sehari Usai Ledakan Ankara, Turki Kembali Diterjang Bom

Turki terus memanas. Sehari usai diterjang bom, insiden serupa kembali terjadi di negara tersebut.

Kali ini serangan bom terjadi di Tenggara Turki. Serangan itu ditargetkan pada rombongan militer yang tengah melintas di jalan tol Diyarbakir.

Daerah tersebut dekat dengan kota terbesar pemberontak Kurdi Lice. Sampai saat ini, sejumlah orang menderita luka-luka. Sementara belum ada laporan korban jiwa.

Sebelumnya, ibu kota Turki Ankara diserang ledakan besar. Sebanyak 28 orang jadi korban tewas insiden menyedihkan itu.

Usai 2 ledakan terjadi di Turki, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu segera angkat bicara. Dia menyatakan sudah tahu siapa otak di balik serangan tersebut.

“PKK (Partai Pekerja Kurdi) dan sekutunya bertanggung jawab atas ledakan mematikan di Ankara,” ucap Davutoglu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/2/2016).

Tak cuma Davutoglu yang bersuara keras atas ledakan di Ankara, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengaku geram dengan pelaku pengeboman. Dia menyatakan Turki siap membalas tindakan keji ini.

“Kami tak akan malu untuk menggunakan hak kami untuk bertahan kapan pun di mana pun. Kami tak akan mundur dalam upaya membasmi teroris di mana saja,” tegas Erdogan.

Turki Lancarkan Serangan ke Kurdi

Beberapa jam setelah sejumlah kota di Turki diterjang bom, militer negara ini segera bergerak. Jet Tempur Turki dilaporkan melancarkan serangan ke kamp Tentara Kurdi.

Mereka menghujani kamp tersebut dengan bom. Belum diketahui berapa korban yang jatuh akibat serangan Turki ini.

Serangan dari Militer Turki dikecam oleh PKK. Menurut Wakil Ketua Organisasi Payung PKK, Cemil Bayik, mereka tak tahu-menahu terkait serangan Ankara.

“Serangan ini adalah pembantaian masal bagi etnis Kurdi,”ucap Bayik.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!