Gerakan 5.000 untuk Rio Haryanto

redaksi.co.id - Gerakan 5.000 untuk Rio Haryanto Jelang laga Formula One (F1), keluarga besar Rio Haryanto menggelar acara tumpengan. Acara bancakan ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan...

16 0

redaksi.co.id – Gerakan 5.000 untuk Rio Haryanto

Jelang laga Formula One (F1), keluarga besar Rio Haryanto menggelar acara tumpengan. Acara bancakan ini berlangsung bersamaan dengan kegiatan car free day di jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (21/2/2016).

Masyarakat Solo pun berbondong-bondong menyambangi kediaman Rio. Mereka mendekat dan sejurus kemudian berdoa demi kejayaan Rio Haryanto di ajang adu cepat mobil jet.

“Ya, kalau tradisi di Solo ada bancakan (syukuran), sehingga kami menggelar acara tumpengan ini dengan tujuan untuk mendoakan Rio di ajang F1. Semoga diberi kemudahan, dihindari dari marabahaya serta sukses berprestasi,” ujar ibunda Rio, Indah Pennywati.

Acara bancakan ini berisi bagi-bagi nasi kuning kepada masyarakat. Hanya ayah dan ibunda serta sejumlah keluarga Rio yang hadir.

Rio tidak bisa hadir karena harus menjalani sesi latihan bebas bersama tim barunya, Manor Racing Team di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol.

Keberhasilan Rio di ajang Formula 1 (F1) mendapat apresiasi dari mantan pebalap nasional, Alex Asmasoebrata.

Ia menggagas gerakan 5.000 untuk Rio Haryanto agar bisa menuntaskan laga F1. Sebab, Rio masih membutuhkan dana besar untuk melunasi pembayaran kepada tim Manor Racing.

“Kami sangat bangga Rio bisa masuk F1. Ini merupakan prestasi luar biasa anak bangsa yang harus didukung semua pihak,” kata Alex.

Rio memerlukan dana senilai 15 juta euro atau setara Rp 225 miliar untuk tampil bersama tim Manor selama satu musim.

Pertamina sebagai sponsor utama Rio sudah menyiapkan dana sebesar 5 juta euro atau sekitar Rp 75 miliar. Itu berarti Rio masih membutuhkan dana sekitar Rp 150 miliar.

Rencananya, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyalurkan dana sebesar Rp 100 miliar melalui KONI. Dana itu berasal dari beragam BUMN dan BUMS di Tanah Air.

Namun, dana itu masih membutuhkan persetujuan dari parlemen di Senayan.

Lantaran masih menunggu restu Senayan, Manajemen Rio lalu meminjam uang dari Bank untuk membayar uang muka sebesar 3 juta euro.

Rio juga masih harus membayar sisa DP sebesar 2,5 juta euro karena telat menyetor dana dari batas waktu yang telah ditentukan, yakni Desember 2015.

“Sayangnya kehebatan Rio tidak ditunjang penuh oleh pemerintah,” ujar Alex seraya mengemukakan, kehadiran Rio bakal berdampak besar untuk Indonesia. Ia menyebut 170 negara akan menyaksikan laga bergengsi tersebut.

“Bayangkan ada ratusan juta penonton di seluruh dunia yang menyaksikan balapan F1. Jika melihat dampaknya untuk mempromosikan Indonesa, uang Rp 250 miliar sangat murah,” tutur Alex.

Menurut Ayah pebalap putri Alexandra Asmasoebrata ini, dana yang sudah dibayarkan kepada tim Manor baru 30 persen dari biaya keseluruhan untuk mengikuti balapan F1 musim ini.

“Uang tersebut hanya cukup untuk membiayai tiga balapan. Setelah itu, jika tak ada lagi uang pasti berhenti. Apakah kita rela Rio stop di tengah jalan? Karena itu mari kita sama-sama bantu Rio,” ujar Alex.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!