5 Momen Memalukan Chelsea Era Abramovich

redaksi.co.id - 5 Momen Memalukan Chelsea Era Abramovich Sejak Roman Abramovich hadir di Chelsea pada 2003, perwajahan klub asal London itu berubah drastis. Chelsea bukan lagi...

19 0

redaksi.co.id – 5 Momen Memalukan Chelsea Era Abramovich

Sejak Roman Abramovich hadir di Chelsea pada 2003, perwajahan klub asal London itu berubah drastis. Chelsea bukan lagi tim papan tengah yang kerap disepelekan tim lawan.

Dengan suntikan dana dari taipan Rusia itu, Chelsea menjelma menjadi tim raksasa. Bintang-bintang kelas satu, musim demi musim datang, menyesaki ruang ganti The Blues.

Prestasi pun datang dengan sendirinya. Sejak kehadiran Abramovich, tak kurang dari 15 gelar mereka menangkan, termasuk lima gelar Liga Primer dan Liga Champions 2011/12.

Namun, bukan berarti semua baik-baik saja di Chelsea. Kering prestasi, seperti musim ini, dan berbagai masalah juga sempat menghantam The Blues di era Abramovich.

Beberapa di antaranya, bahkan cukup memalukan bagi klub sekelas Chelsea. Berikut ini, lima momen paling memalukan Chelsea di era Abramovic.

5. John Terry Jadi “Tur Guide”

Suporter Chelsea mana yang tidak ingin mengunjungi markas latihan tim kesayangannya, di Cobham, London. Menyaksikan fasilitas yang digunakan pemain-pemain idola, tentu akan jadi kesempatan yang tak akan mereka lupakan.

Nah, oleh John Terry hal ini dimanfaatkan. Pada Desember 2009, dia diduga mengutip 10 ribu pound (sekitar Rp 195 juta) untuk menjadi “tur guide” bagi tiga “fans” berkeliling Cobham.

Sayang, tiga suporter itu ternyata wartawan yang menyamar. Cerita ini pun kemudian menyebar di media, lengkap dengan video petualangan mereka bersama Terry.

Untungnya, bagi Terry ini tak sampai jadi masalah. Dia lepas dari sanksi klub, dan mendapat dukungan dari pelatih Chelsea ketika itu, Carlo Ancelotti.

4. Kasus Rasis Oknum Fans

Memang, tidak tepat menyalahkan hanya karena ulah segelintir suporternya. Namun, Chelsea merasakan betul sorotan sepak bola internasinal lantaran ulah rasial suporter mereka.

Menariknya, kisah ini terjadi bukan di tanah mereka, melainkan di Paris, Prancis. Februari 2015, sekelompok oknum suporter Chelsea berulah saat mendampingi The Blues menghadapi tuan rumah Paris Saint Germain.

Dari dalam subway/metro menuju Stadion Parc des Princes, mereka tertangkap kamera menghalangi-halangi seorang warga kulit hitam yang akan menaiki subway. Oknum fans tak bertanggung jawab itu juga meneriakkan kata-kata rasis.

Chelsea pun dikecam. Klub asal London itu dituding tidak bisa mengendalikan suporternya saat bertanding tandang ke negara lain.

Chelsea kemudian memang menghukum oknum suporter itu dengan larangan mengunjungi stadion seumur hidup. Namun, tetap saja, insiden ini telah mencoret nama besar Chelsea.

3. Skandal Cinta John Terry

Sekali lagi, John Terry membuat masalah di luar lapangan. Pada Januari 2010, terungkap, Terry berselingkuh dengan seorang model seksi bernama Vanessa Perroncel.

Parahnya, sang model seksi itu ternyata bekas pasangan mantan pemain Chelsea juga, alias rekan seklub Terry, Wayne Bridge. Terry pun dihujat. Apalagi, selama ini, dia dianggap sebagai sosok yang alim.

Bridge, yang ketika itu membela Manchester City, pun bereaksi keras. Dia merasa dikhianati sahabat sendiri. Saat klubnya berhadapan dengan Chelsea, dia menolak bersalaman dengan Terry, sebelum pertandingan.

Bagi Terry, skandal ini benar-benar mengguncang hidupnya. Tak hanya rumah tangganya berantakan dengan Tony Pole. Kariernya juga sempat berantakan. Lantaran skandal itu, jabatan kapten tim nasional Inggris, yang sebelum disandang Terry pun dicopot.

2. Oknum Fans Menghina Tragedi Hillsborough

Tragedi Hillsborough merupakan tragedi paling pahit bagi sepak bola Inggris. Sebuah kerusuhan massal di Stadion Hillsborough menewaskan lebih dari 90 orang saat laga semifinal Piala FA antara Liverpool vs Notthingham Forest, 15 April 1989.

Tidak hanya bagi Liveprool dan Forest, bagi sepak bola Inggris, tragedi ini ibarat luka yang sulit dipulihkan.

Maka itu, setiap tanggal 15 April, setiap pertandingan sepak bola Inggris pun diwajibkan melakukan one minute silence untuk mengenang korban Tragedi Hillsborough.

Namun, ternyata ada sekelompok oknum suporter Chelsea yang tak menyukai gagasan ini. Saat one minute silence digelar di laga Chelsea lawan Tottenham di semifinal Piala FA 2012, sekelompok oknum suporter berulah buruk.

Saat one minute silence digelar, mereka malah berteriak-teriak dan mencemooh tragedi tersebut. Lagi-lagi nama Chelsea tercoreng karena ulah segelintir oknum suporter. Mereka dikecam oleh seluruh lapisan sepak bola Inggris.

1. Kasus Jose Mourinho-Eva Carneiro

Kisah ini terjadi pada 8 Agustus 2015 di laga pertama Chelsea di ajang Liga Primer Inggris 2015/16. Ketika itu, di laga lawan Swansea City, Chelsea sudah bermain dengan 10 pemain karena kiper Thibaut Courtois mendapat kartu merah.

Dalam sebuah adegan, Eden Hazard mengalami cedera. Dokter tim Eva Carneiro refleks langsung merawat sang pemain dan membawanya ke luar lapangan, membuat Chelsea hanya bermain dengan sembilan pemain di lapangan.

Kondisi ini membuat pelatih Jose Mourinho berang dan langsung menghardik Eva dengan kata-kata tak pantas. Kata Mourinho, tak seharusnya Eva lari ke lapangan merawat Hazard, karena cedera pemain tak parah.

Usai kejadian itu, Eva diturunkan jabatannya dari dokter tim dan dilarang datang ke markas latihan Chelsea. Eva tak tahan dan menyatakan mundur pada bulan September.

Eva sempat menggugat Mourinho dan melaporkan kasus ini. Dia menuding Mourinho telah melakukan kekerasan verbal lewat kata-katanya. Namun, oleh FA diputuskan Mourinho tak terbukti melakukan kekerasan verbal. Mourinho pun lolos dari hukuman.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!