Ban Michelin Membawa Petaka

139

redaksi.co.id – Ban Michelin Membawa Petaka

Michelin kembali menuai banyak kritik, menyusul banyaknya pebalap MotoGP yang terjatuh saat uji coba pramusim di Australia, beberapa waktu lalu.

Saat tes pramusim hari ketiga di Phillip Island itu, setidaknya ada 13 insiden kecelakaan yang terjadi. Menariknya, hampir semua insiden tersebut disebabkan karena karet ban depan Michelin.

Dalam kasus saya, ini adalah kesalahan ban. Saya yakin, karena saya belum merebahkan motor, itu terjadi di trek lurus, kata Maverick Vinales. Rekan setimnya di Suzuki, Aleix Espargaro, justru lebih kritis mengeluarkan pernyataan. Ini tidak normal terjadi di MotoGP. 13 Kecelakaan itu terlalu banyak, timpalnya.

Tak hanya dua pebalap itu yang mengeluhkan Michelin. Juara dunia Jorge Lorenzo turut mengatakan hal yang sama. Dalam tiga atau empat tes yang telah kami lakukan dengan Michelin, saya terjatuh tiga atau empat kali. Itu sedikit aneh. Mereka harus memperbaiki ban ini, dan kami harus melakukan yang terbaik untuk beradaptasi, tuturnya.

Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez juga ikut menjadi korban pada hari terakhir tes pramusim di Phillip Island. The Baby Alien terjatuh usai mencetak catatan waktu terbaik 1 menit dan 29.158 detik. Banyak dari kami terjatuh karena ban depan. Michelin baru kembali, tapi hasil positif adalah mereka sedang bekerja, ucap Marquez.

Saya tidak menekan ban terlalu keras. Tapi pada hari terakhir, saya mencoba mencetak catatan waktu dan ternyata tidak berjalan mulus. Masalah utama adalah kami tidak mendapat peringatan. Ketika kami sadar, kami sudah terjatuh, imbuhnya.

Menanggapi kritik itu, Chief Racing Michelin, Nicolas Goubert mengakui pihaknya memang masih harus berbenah. Itu benar, beberapa ban memang tidak sempurna. Kami masih bekerja untuk memperbaikinya, kata Goubert sebagaimana diberitakan Speedweek, Senin (22/2).

Gourbert tidak menyanggah komplain dari para pebalap itu. Ia pun memastikan Michelin akan bekerja keras untuk memberikan yang terbaik kepada para rider. Ada tiga atau empat pebalap yang memberikan komplain. Ini bergantung dari motor dan pebalapnya. Beberapa ada yang tidak terlalu sensitif, urai Goubert.

Faktanya memang terlalu banyak (pebalap yang mengkritik). Ini hal yang tidak biasa bagi kami. Kami segera mengatasinya, sambungnya.

(red/urista/urnamasari/NP)

loading...

Comments

comments!