Kalau Sudah Punya BPJS Kesehatan Apa Masih Perlu Asuransi Swasta?

redaksi.co.id - Kalau Sudah Punya BPJS Kesehatan Apa Masih Perlu Asuransi Swasta? Punya BPJS Kesehatan memang bikin tenang. Paling nggak kamu bisa sedikit lebih lega seandainya...

303 0

redaksi.co.id – Kalau Sudah Punya BPJS Kesehatan Apa Masih Perlu Asuransi Swasta?

Punya BPJS Kesehatan memang bikin tenang. Paling nggak kamu bisa sedikit lebih lega seandainya tiba-tiba sakit dan butuh perawatan.

Makanya rugi banget kalau sampai nggak punya BPJS Kesehatan. Saat ini perusahaan memang wajib mendaftarkan karyawannya untuk mengikuti program BPJS. Kalau ada perusahaan yang mangkir, bisa kena sanksi.

Yang jadi pertanyaan: kalau sudah punya BPJS Kesehatan masih perlu asuransi swasta atau nggak?

Saat ini BPJS Kesehatan memang sudah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan asuransi swasta. Jadi manfaat yang bisa dirasakan karyawan bisa lebih optimal.

Tapi bagaimana dengan karyawan yang nggak memiliki asuransi swasta? Masih perlukah untuk mengantongi asuransi swasta? Simak dulu kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Kelebihan BPJS Kesehatan

BPJS memang menyimpan segudang manfaat. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, kita sudah nggak perlu khawatir kalau terkena PHK. Hari tua pun jadi lebih terjamin dengan JHT. Nah, ngomong-ngomong soal BPJS Kesehatan, manfaat yang ditawarkan pun juga nggak sedikit. Contohnya:

Jangan cuma rela ngantri buat nonton konser atau sembako gratis ya, sadar proteksi kesehatan juga dong!

– Premi murah. Untuk kelas III cuma Rp 25 ribu sedangkan kelas I Rp 60 ribu per bulan

– Premi nggak ada bedanya antara perokok dan non-perokok

– Layanan kesehatan meliputi rawat jalan, inap, rawat gigi, mata dan persalinan

– Nggak ada syarat pre-existing condition. Jadi penyakit bawaan tetap bisa ditanggung

Kelemahan BPJS Kesehatan

Tapi yang namanya kelebihan, pasti juga ada kelemahan. Begitu juga dengan BPJS Kesehatan, ada kelemahan yang mesti diperhatikan.

– Ada rujukan berjenjang. Harus ada rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat I (faskes), jadi nggak bisa langsung ke rumah sakit.

– Antre. Bukan rahasia lagi, kadang peserta BPJS Kesehatan harus antre

– Belum semua rumah sakit bekerjasama dengan BPJS.

Kelebihan Asuransi Swasta

– Nggak perlu rujukan dari faskes. Peserta bisa langsung menuju klinik/rumah sakit untuk penanganan

– Premi bisa disesuaikan dengan kantong

– Beberapa asuransi kesehatan memberikan manfaat asuransi jiwa bagi pesertanya

– Ada sistem reimburse bagi asuransi yang nggak bekerja

Kekurangan Asuransi Swasta

– Untuk fasilitas lengkap, premi tergolong mahal

– Semakin tua usia, semakin mahal preminya

– Premi yang berbeda antara perokok dan non-perokok

– Tidak menanggung penyakit bawaan

– Ada plafon asuransi. Kalau perawatan melebihi plafon, peserta wajib membayar eksesnya

Enak ya kalau lagi sakit dan lagsung bisa ketemu dokter ganteng buat ngobatin kita tanpa harus nunggu lama

Jadi Perlukah Punya Asuransi Swasta?

Baik BPJS Kesehatan maupun asuransi kesehatan memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi susah jika harus memilih salah satu karena keduanya memang saling melengkapi.

Memiliki asuransi dan BPJS Kesehatan tentu bakal membawa lebih banyak manfaat. Misalkan saja kamu atau keluarga membutuhkan perawatan cepat, gunakan saja asuransi kesehatan yang kamu miliki.

Beberapa perusahaan asuransi kesehatan juga memberikan manfaat double claim. Jadi walaupun kamu menggunakan BPJS, perusahaan asuransi tetap akan membayarkan biaya klaim.

Pastikan juga BPJS berkoordinasi dengan perusahaan asuransi pilihanmu. Jadi manfaat yang kamu terima bisa makin maksimal.

Kalau dari kantor sudah memberikan fasilitas asuransi dan BPJS Kesehatan itu rezeki namanya. Tapi kalaupun perusahaan belum mampu buat membekali karyawannya dengan asuransi swasta, jangan berkecil hati.

Peramal aja gak bisa prediksi kapan kita bakal sakit, jadi jaga kesehatan dan sadar sama asuransi itu penting bro!

Saat ini sudah banyak asuransi swasta dengan premi yang bisa disesuaikan dengan kantong. Yang terpenting harus pintar menyurvei dan membandingkan. Yang jelas semua harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!