4 Alasan yang Bisa Gagalkan Real Madrid Jadi Juara La Liga

redaksi.co.id - 4 Alasan yang Bisa Gagalkan Real Madrid Jadi Juara La Liga Rangkaian hasil negatif yang dialami Real Madridpada musim 2015-16 memunculkan tanda tanya dari...

19 0

redaksi.co.id – 4 Alasan yang Bisa Gagalkan Real Madrid Jadi Juara La Liga

Rangkaian hasil negatif yang dialami Real Madridpada musim 2015-16 memunculkan tanda tanya dari suporter Los Blancos. Dengan tim bertabur bintang, wajar saja jika publik SantiagoBernabeuberharap banyak klub kesayangannya menjadi juara La Liga pada musim ini.

Hingga pekan ke-25 La Liga, Madridtelah menelan tiga kekalahan, sisanya enam imbang dan 16 kali menang.Terbaru, Madrid kembali gagal meraih poin penuh, saat ditahanMalaga 1-1 di La Rosaleda, Minggu (21/2/2016). Gol Madriddicetak Cristiano Ronaldo menit ke-33′, sementara gol MalagadikreasiRaul Albentosa (67′).

Jarak dengan pemuncak klasemen sementara, Barcelona, pun semakin melebar. Madridkini berada di peringkat ketiga dengan raihan54 poin, atau tertinggal sembilan angka dari Lionel Messi dan kawan-kawan.

Hasil tersebut dianggap semakin membuat peluang juara Madridmenipis. Lantas, apa faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan Los Galacticoskembali gagal berjaya di La Liga pada musim ini? Berikut ini empat alasan tersebut yang coba dirangkum Bola.com:

1. Perseteruan Bale dan Ronaldo

Real Madrid saat ini memiliki tiga bomber kelas atas, antara lainCristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Gareth Bale. Kualitas yang dimiliki ketiga penyerang tersebut tidak perlu diragukan lagi. Akan Tetapi, Ronaldo dan Bale sering mengalami kendala ketika harus saling bekerja sama dalam suatu pertandingan.

Saat melawan Espanyolpada 10 Januari 2015, misalnya,Ronaldosempatmenunjukan kemarahannya ketika Bale tidak memberinya umpan untuk mencetak gol.Selanjutnya, CR7 kembali jengkel akibat ulah Bale yang menyerobot tendangan bebasnya pada menit akhir, ketika El Real tertinggal 1-2, dariSevilla (27/3/2015).

2. Sering BergantiPelatih

Ancelloti adalah orang dibalik kesuksesan Madridmeraih La Decima(gelar ke-10 Liga Champions). Namun, entrenador asal Italia itu harus rela dipecat sebagai pelatih, lantaran nir gelar pada musim keduanya bersama Los Blancos. Setelah itu, giliran Rafael Benitezyang mengalami hal serupa ketika didepak dari kursi kepelatihan, setelah hanya 187 hari menjabat.

Sikap Florentino Perez yang tidak toleran ketika klub mengalami hal negatif, dan selalu mendatangkan pemain berlabel bintang hampir setiap musim, membuat siapapun yang menjabat sebagai pelatih akan mengalami tekanan besar. Tercatat, 10 pelatih telah dipecat Perez ketika menjabat selama dua periode, yaitu pada 2002-2006, dan 2009 hingga saat ini.

Klub yang baik adalah yang mempunyai stabilitas di setiap elemen, dan hal itulah yang tidak dimiliki Real Madrid saat ini. Seringnya berganti pelatih membuat kestabilan yang ada di tim menjadi terganggu. Hal itu disebabkan, dengan kedatangan sosok juru taktik anyar diperlukan adanya adapatsi baik dari para pemain maupun dari jajaran staff, setidaknya selama satu musim.

3. Terlalu Mengandalkan Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo merupakan pemain penting bagi Real Madrid saat datang dari Manchester United pada 2009, dengan meraih tujuh gelar selama kariernya di Spanyol. Jika dirincikan, Ronaldo sukses mempersembahkan masing-masing satu trofi Liga Champions, La Liga, Copa Del Rey, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antar klub, dan dua Piala Super Spanyol.

Berkat penampilannya yang terus konsisten di level tertinggi, Ronaldo menjadi andalan dalam urusan menjebol gawang lawan. Ronaldo mampu mencatatkan 22 gol di kompetisi La Liga, dari total 71 gol Real Madridmusim ini, sekaligus yang terbanyak dari seluruh rekannya.

Namun, hal itu ternyata mempunyai dampak negatif bagi Los Blancos saat dirinya tidak bisa tampil sesuai yang diharapkan. Pada pertandingan kontra Malaga, CR7 sejatinya mampu mencetak gol pada laga tersebut.

Akan tetapi, dirinya gagal untuk memperbesar keunggulan, ketika maju menjadi eksekutor saat timnya mendapat peluang mencetak gol dari titik putih. Alhasil karena terlalu bergantung pada Ronaldo, Madrid hanya mampu meraih satu poin pada pertandingan tersebut.

4. Kebijakan Transfer

Real Madridmemiliki julukan Los Galacticos (galaksi) lantaran sering mendatangkan pemain-pemain berlabel bintang. Tercatat, nama-nama seperti Luis Figo, Ronaldo, David Beckham, Hingga Ricardo Kaka, pernah menghiasi starting eleven Los Blancos.

Namun, kebijakan transfer El Real dinilai keliru oleh sebagian kalangan, misalnya kasus hijrahnya Angel Di Maria. Pemain asal Argentina itu tampil impresif pada musim 2013/14, dengan torehan 11 gol dan 26 assist, dari 52 penampilan di semua ajang. Ia juga memiliki peranan penting saat membuat satu assistuntuk golGareth Bale, ketika Los Blancos berjumpa Atletico Madridpada babak final Liga Champions.

Akan tetapi, kedatangan James Rodriguez ke Santiago Bernabeu pada 22 Juli 2014, membuat Di Maria seakan tidak dihargai oleh manajemen klub. Pemain berusia 28 tahun itu akhirnya angkat kaki dari Madriduntuk bergabung dengan Manchester United, dengan nilai transfer 50 juta euro (Rp. 750 miliar).

Sumber: berbagai sumber

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!