Punya Gaji 2 Juta Cukup Gak Sih Bertahan Hidup di Jakarta?

redaksi.co.id - Punya Gaji 2 Juta Cukup Gak Sih Bertahan Hidup di Jakarta? Lenggak lenggok Jakarta, bagai pinggul gadis remaja. Setiap pandangan slalu menatap, penuh harapan...

71 0

redaksi.co.id – Punya Gaji 2 Juta Cukup Gak Sih Bertahan Hidup di Jakarta?

Lenggak lenggok Jakarta, bagai pinggul gadis remaja. Setiap pandangan slalu menatap, penuh harapan untuk menjamah.. Tahu dong lirik lagu yang dipopulerkan oleh Andi Meriem Matalatta ini. Lagu ini kurang lebih adalah gambaran dari betapa kuatnya daya tarik ibukota terutama untuk mencari uang.

Bangunan-bangunan megah, gaya hidup yang tinggi dibarengi dengan harga-harga kebutuhan yang selangit bikin sebagian penghuni dengan ekonomi lemah harus berpikir keras agar bisa bertahan hidup di Jakarta. Maka gak heran sampai ada idiom yang berkata Ibukota lebih kejam dari ibu tiri. Sadesss!

Jadi berapa sih minimal penghasilan per bulan untuk bisa bertahan hidup di Jakarta? Selama bisa prihatin, gaji2 juta cukup kok untuk bertahan hidup di Jakarta. Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dulu nih.

Kalau kamu hidup di Jakarta dengan gaji Rp 2 Juta dan status menikah

Semua orang tahu saat sudah menikah dan punya anak, kebutuhan hidup bakalan tambah banyak bro. Semisal kamu sudah menikah dan punya seorang anak.

Penghasilan kamu per bulan Rp 2 Juta rasanya sulit untuk bertahan hidup di Jakarta selama sebulan. Apalagi kalau masih menyewa tempat tinggal.

Usahakan agar istri bisa membantu menambah penghasilan, gak harus dengan kerja kantoran dan gaji yang sama. Semisal berjualan makanan kecil dan minuman atau jadi asisten rumah tangga. Paling gak istri bisa menghasilkan Rp 1 juta per bulan untuk sedikit membantu.

Berapapun besarnya gaji, tetap harus dikelola dengan baik

Mencari rumah petak dengan tarif yang murah namun tetap perhatikan lokasi agar dekat dengan tempat kamu kerja juga strategis untuk istri berjualan. Biasanya di perkampungan. Cari deh yang kisaran harganya gak lebih dari Rp 1 juta per bulan.

Hindari yang namanya nongkrong bareng teman-teman apalagi kalau harus jajan. Lebih baik prihatin dulu deh.

Me time bareng keluarga saja, sisihkan sekitar Rp 200 ribu/bulan. Sebisa mungkin selalu membawa bekal makan dari rumah, ini pasti lebih higienis dan hemat.

Gunakan transportasi publik yang terjangkau tarifnya seperti TransJakarta. Paling gak sebulan kamu menghabiskan Rp 155 ribu untuk ongkos per bulan.

Usahakan untuk gak mengambil kredit motor sebelum kamu punya tabungan yang cukup. Nanti malah menambah beban pengeluaran.

Tetapkan budget pulsa paling mahal Rp 50 ribu saja per bulan. Gak usah buat browsing yang aneh-aneh ya, yang penting bisa komunikasi udah cukup.

Simulasi pengeluaran sebulan

Biar gak ada lagi kejadian dompet bobol di tanggal tua

Hidup merantau di Jakarta dengan status melajang dan gaji Rp 2 juta per bulan, seharusnya sih bisa lebih hemat lagi ya. Berikut beberapa saran hidup hemat di Jakarta dengan penghasilan Rp 2 juta.

Di Jakarta banyak sekali ragam pilihan kost-kost an mulai dari harga yang paling murah hingga kelas atas. Cari deh yang berkisar Rp 500 ribu per bulan.

Emang sih saat ini untuk harga sewa segitu di kota besar macam Jakarta, gak terlalu luas dan kamar mandi berada di luar. Ya namanya juga hidup prihatin bro!

Untuk biaya makan sehari-hari tentuin aja budget Rp 30 ribu per hari, jadi untuk sebulan sekitar Rp 900 ribu. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari sisihkan sekitar Rp 150 ribu. Jangan boros untuk uang pulsa atau quota ya, Rp 50 ribu sebulan sudah cukup kok.

Transportasi kerja gunakan TransJakarta supaya bisa menghemat, jadi Rp 155 ribu untuk ongkos sebulan. Boleh deh sesekali kongkow bareng teman atau sekedar me time, alokasikan saja Rp 100 ribu. Selama belum sukses ya usahakan jangan kebanyakan foya-foya dulu bro.

Simulasi pengeluaran sebulan:

Berapapun penghasilan yang kita miliki, gak akan pernah bisa cukup kalau mempertahankan gaya hidup yang kelewat tinggi. Dan mengatur keuangan itu gak hanya melulu soal perut ya bro. Selama bisa menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk tabungan dan investasi ya alangkah baiknya.

Mungkin bukan Jakartanya yang keras, tapi kamunya aja kali yang lemah hehehe

Ya namanya juga Jakarta, pasti keras mbaksis! Hidup itu kan tentang berjuang, so jangan cepat menyerah.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Itu pepatah yang musti diikutin, bukan yang muda kaya raya, tua foya-foya, mati masuk surga.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!