Seperti Halnya Anda, Kecoak Ternyata Juga Doyan Mandi

redaksi.co.id - Seperti Halnya Anda, Kecoak Ternyata Juga Doyan Mandi , North Carolina - Selama ini kecoak dianggap sebagai hewan kotor pembawa kuman penyakit. Namun...

12 0

redaksi.co.id – Seperti Halnya Anda, Kecoak Ternyata Juga Doyan Mandi

, North Carolina – Selama ini kecoak dianggap sebagai hewan kotor pembawa kuman penyakit. Namun anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Penelitian terbaru menunjukkan kecoak ternyata senang mandi. Serangga berwarna kecokelatan ini selalu menjaga antenanya supaya tetap bersih.

Kecoak membersihkan antenanya dari partikel kotoran dengan cara “mandi kucing”–menjilati bagian tubuhnya seperti yang dilakukan kucing. Biasanya, kecoak menggunakan kaki depan mereka untuk mendorong antena ke arah mulut. Antena kemudian dijilati secara sistematis dari atas ke bawah.

Aksi bersih-bersih ini dilakukan secara rutin oleh kecoak, tidak hanya untuk mempertahankan penampilan. “Tapi juga menjaga penciuman untuk menemukan makanan dan pasangan, serta mendeteksi bahaya,” kata Coby Schal, pakar serangga dari North Carolina State University, seperti dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Menjaga kebersihan antena menjadi hal vital bagi kecoak. Binatang itu mengandalkan sepasang antena di kepalanya untuk mendeteksi kondisi lingkungan sekitarnya. Schal mengatakan, membersihkan diri termasuk jenis aktivitas yang lumrah dilakukan mamalia dan serangga. Namun kebiasaan ini terbilang aneh untuk kecoak, yang tinggal di tempat-tempat kotor.

Untuk menyelidiki keanehan itu, Schal dan rekan-rekannya membandingkan antena kecoak Amerika yang bersih dengan kecoak yang dicegah membersihkan diri. Antena kecoak gampang kotor terkena akumulasi bahan kimia dan zat lilin yang dikeluarkan serangga ini supaya tubuhnya tetap terhidrasi.

Kotoran menutupi pori-pori pada antena, lubang superkecil yang memungkinkan bahan kimia merambat ke saraf penciuman kecoak. “Ketika mandi, kecoak membersihkan antenanya dari timbunan kotoran yang menutupi pori-pori tersebut,” ujar Schal. Mempertahankan pori antena tetap terbuka membuat kecoak mampu terus mengenali aroma lingkungan di sekitarnya.

Kondisi antena inilah yang diuji. Schal dan rekan-rekannya memberikan feromon–zat kimia yang digunakan serangga untuk melakukan komunikasi seksual–guna mengetahui kemampuan antena kecoak yang kotor dan yang bersih. Hasilnya, “Antena yang bersih bisa lebih baik mendeteksi feromon daripada antena yang kotor.”

Tim peneliti kemudian memperlakukan percobaan serupa pada semut kayu, kecoak Jerman, dan lalat. Mereka menemukan akumulasi partikel kotoran yang menempel pada antena juga menurunkan kemampuan indra penciuman serangga itu. Berbeda dengan kecoak, semut kayu membersihkan antena dengan menggosokkannya ke kaki mereka.

Schal mengatakan, temuan ini dapat digunakan merancang insektisida yang ampuh, yakni yang dapat menempel lama pada lapisan lilin pada kutikula luar tubuh kecoak. Perilaku kecoak menjilati antenanya akan membawa racun insektisida ke dalam tubuhnya sendiri. “Insektisida yang menempel pada antena otomatis akan termakan oleh kecoak,” kata dia

PROCEEDING OF THE NATIONAL ACADEMY OF SCIENCES | AMRI MAHBUB

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!