Bunga Langka Sepupu Rafflesia Arnoldi Mekar Setelah 20 Tahun

redaksi.co.id - Bunga Langka Sepupu Rafflesia Arnoldi Mekar Setelah 20 Tahun , Bengkulu- Sekuntum bunga langka Rhizantes Deceptor atau biasa dikenal dengan nama Rafflesia bintang ditemukan...

53 0

redaksi.co.id – Bunga Langka Sepupu Rafflesia Arnoldi Mekar Setelah 20 Tahun

, Bengkulu- Sekuntum bunga langka Rhizantes Deceptor atau biasa dikenal dengan nama Rafflesia bintang ditemukan mekar di Desa Kuro Tidur. Tepatnya di jalur Margapala Selendang Pertapa, Kawasan lereng Bukit Barisan Kabupaten Bengkulu Utara, setelah hampir 20 tahun tidak pernah ditemukan.

Ketua Kelompok Pencinta Puspa Langka (KPPL) Bengkulu, Sofian mengatakan, Rhizantes Deceptor terakhir ditemukan masyarakat pada pertengahan tahun 90-an.

Bunga ini sepupu Rafflesia Arnoldi termasuk dalam daftar puspa langka dunia yang terancam punah, kata Sofian, Selasa 23 Februari 2016.

Bunga ini berwarna putih dengan kombinasi garis tipis berwarna merah kecokelatan. Ukurannya dalam kondisi mekar sempurna memiliki diameter 15-27 sentimeter.

Menurutnya Keunikan dari Rafflesia jenis ini bila dibandingkan dengan anggota marga Rafflesia lainnya adalah ukuran lebih kecil, bentuk dan jumlahnya serta ukuran daun perigonnya berbeda dengan Rafflesia. Rhizanthes masuk dalam daftar Convention on International Trade in Endengered Species of Wild Flora and Fauna atau CITES.

Pada akun media sosialnya Sofian menjelaskan jika Rafflesia Bintang atau Rhizanthes Deceptor adalah spesies parasit tanaman berbunga tanpa daun, batang, akar, atau fotosintesis jaringan. Mereka tumbuh pada akar Tetrastigma atau sejenis anggur-angguran.

Bunga ini dapat ditemukan di hutan tropis Sumatera pada ketinggian 500-700 meter dari permukaan laut. Menurut peneliti puspa langka asal Inggris Heywood, dalam bukunya, menjelaskan Rhizanthes merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang satu famili dengan Rafflesia.

Jenis Rhizanthes ini tidak semenarik dan sepopuler Rafflesia, namun karena bentuk dan habitatnya sama serta jumlah dan penyebarannya terbatas, maka jenis ini pun perlu dipelajari.

PHESI ESTER JULIKAWATI

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!