Ini Jawaban Garuda terhadap Kritik Menteri Marwan

redaksi.co.id - Ini Jawaban Garuda terhadap Kritik Menteri Marwan Pihak Garuda Indonesia memberikan konfirmasi tentang tertinggalnya penumpang VIP, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan...

15 0

redaksi.co.id – Ini Jawaban Garuda terhadap Kritik Menteri Marwan

Pihak Garuda Indonesia memberikan konfirmasi tentang tertinggalnya penumpang VIP, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Kepala Humas Garuda Indonesia Benny S. Butarbutar menjelaskan kronologis peristiwa tersebutt. Menurutnya penumpang VIP tiba di bandara ketika pesawat lepas landas.

Pada pukul 08.00 WIB, petugas harus melakukan “boarding gate” dan pengecekan kembali terhadap Check in Counter Premium maupun area check in di Terminal 2F dan masih belum ada berita keberadaan penumpang VIP tersebut. Sementara penumpang yang lain sudah berada di dalam pesawat sehingga harus sudah berangkat terbang, ujar Benny, Kamis, 25 Februari 2016.

Benny melanjutkan jika penerbangan GA204 CGK-JOG saat itu diberangkatkan sesuai jadwal keberangkatan pukul 08.05 WIB. Saat itu baru diketahui penumpang VIP tersebut baru tiba di Terminal VIP Room Terminal 1, ujarnya. Benny mengatakan untuk mengakomodir penumpang VIP tersebut, pihaknya membantu melakukan pengalihan pada penerbangan selanjutnya yakni GA206 pukul 10.05 WIB dengan menggunakan pesawat pengganti.

Namun pada saat persiapan, pesawat GA206 dengan registrasi PKGEH mendapat gangguan teknis di bagian pintu depan dan memerlukan waktu perbaikan yang cukup lama sehingga diputuskan mengganti pesawat dengan regristrasi PKGFO.

“Proses pergantian pesawat memerlukan waktu untuk memindahkan penumpang, bagasi, kargo, catering serta kebutuhan lainnya dari pesawat PKGEH ke sehingga pesawat mengalami delay sekitar 1 jam dan pesawat akhirnya baru dapat berangkat pukul. 11.05 WIB,” ujar Benny. Sehubungan dengan keterlambatan GA206 selama satu jam Benny mewakili pihak Garuda meminta maaf karena keterlambatan karena gangguan teknis pada pesawat.

Kemudian Garuda menyatakan selalu menjalankan delay management , seperti yang diatur oleh Menteri Perhubungan. Benny menambahkan sejak deregulasi penerbangan sipil komersial di Indonesia, tidak ada proteksi apapun yang diberikan ke maskapai tertentu apalagi Garuda Indonesia adalah perusahaan BUMN Persero. Terakhir, menurut Benny Garuda Indonesia adalah satu-satunya maskapai di Indonesia yang terdaftar sebagai operator IOSA (IATA Operasional Safety Audit) yang terbukti memenuhi semua persyaratan industri penerbangan sipil global dengan dilakukannya audit badan independen secara berkala.

Sebelumnya Garuda Indonesia telah membuat geram Menteri Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal Marwan Jafar. Menurut Marwan, pelayanan konsumen maskapai tertua di Indonesia kurang maksimal yang berakibat tertundanya agenda kunjungan kerja (kunker) yang sedianya berlangsung pukul 10.00 namun baru dapat dilangsungkan pukul 14.00 waktu setempat.

Oleh karena itu, Menteri Marwan meminta agar Menteri BUMN Rini Soemarmo mengevaluasi Dirut Garuda Indonesia. Garuda Indonesia ini suka seenaknya. Kita telat satu menit ditinggal, mereka delay 2-3 jam di bandara, mereka tidak ada pertanggungjawaban dan kompensasi terhadap konsumen. “Saya minta kepada sahabat saya Rini Soemarno, agar mengevaluasi kinerja Dirut Garuda Indonesia,” ujar Marwan Jafar dalam acara seminar nasional yang bertajuk Peta Desa Untuk Percepatan Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan di kampus UGM siang kemarin, Rabu 24 Februari 2016.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!