55 Juta Warga Iran Ikut Pemilu Perdana Pasca-Perjanjian Nuklir

redaksi.co.id - 55 Juta Warga Iran Ikut Pemilu Perdana Pasca-Perjanjian Nuklir Warga Iran hari Jumat ini berbondong-bondong memberikan suara dalam pemilu memilih parlemen negara dan Majelis...

22 0

redaksi.co.id – 55 Juta Warga Iran Ikut Pemilu Perdana Pasca-Perjanjian Nuklir

Warga Iran hari Jumat ini berbondong-bondong memberikan suara dalam pemilu memilih parlemen negara dan Majelis Ahli — sebuah badan ulama yang menunjuk pemimpin tertinggi.

Jajak pendapat ini adalah yang pertama sejak Irandan dunia menyetujui kesepakatan atas program nuklirnya.

Reformis dan moderat yang mendukung Presiden Hassan Rouhanimembentuk koalisi pendukung yang disebut denganThe List of Hope– yang bertujuan mengurangi jumlah garis keras dalam dua kubu.

Hampir 55 juta orang berhak untuk memilih dalam jajak pendapat kali ini, seperti disebutkan BBC, Jumat (26/2/2016).

Pemilihan parlemen kali ini ditujukan untuk memilih 290 anggota parlemen untuk masa jabat 4 tahun. Lalu memilih 88 ulama untukMajelis Ahli yang bertugas selama 8 tahun.

Pemilu Iranini dimulai pukul 08.00 waktu setempat (04.30 GMT) dan ditutup pada pukul 18.00. Namun para pejabat mengatakan TPS bisa buka lebih lama jika ada antrean panjang.

Wartawan BBC Persia, Ali Hamedani mengatakan perbaikan ekonomi menjadi isu utama dalam pemilu ini.

“Dengan sanksi dicabut dan investor Barat mulai kembali ke Iran, ada harapan yang tinggi untuk perbaikan dalam kehidupan sehari-hari,” kataHamedani.

Kaum reformis dan moderat mengatakan mereka menargetkan investasi asing yang lebih besar, yang katanya akan mendorong lapangan kerja bagi kaum muda.Lebih dari setengah warga Iranberada di bawah usia 35 tahun, tetapi tingkat pengangguran kaum mudanya mencapai 25% — lebih tinggi 2,5 kali rata-rata nasional.

Namun pihak konservatif mengatakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, kemungkinan berasal dari produksi dalam negeri yang mereka gambarkan sebagai ‘perlawanan ekonomi’ yang mengacu pada cita-cita Revolusi Islam tahun 1979 di negara itu.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!