Pakar Digital Dukung Regulasi tentang Facebook dan Twitter

redaksi.co.id - Pakar Digital Dukung Regulasi tentang Facebook dan Twitter JAKARTA -- Pakar Digital Marketing Indonesia Anthony Leong mendukung pemerintah tentang adanya kewajiban badan usaha tetap...

29 0

redaksi.co.id – Pakar Digital Dukung Regulasi tentang Facebook dan Twitter

JAKARTA — Pakar Digital Marketing Indonesia Anthony Leong mendukung pemerintah tentang adanya kewajiban badan usaha tetap (BUT) bagi perusahaan over the top (OTT) penyedia layanan konten seperti Facebook, WhatsApp, Netflix dan Twitter. Dia menjelaskan, perlu ada langkah tegas dari pemerintah terhadap para pelaku usaha di bidang media sosial itu.

Ini merupakan kebijakan yang ke depannya akan menghasilkan win-win soution. Karena ke depannya, ada regulasi yang jelas kalau aplikasi OTT ingin masuk ke Indonesia. Seyogianya saat masuk harus berbadan hukum atau sistem joint venture. Jadi, banyak stakeholder yang bisa dirangkul dan berkembang bersama di Indonesia, ujar Komisaris PT Indo Menara Digital itu, Sabtu (27/2)..

Ia menyebutkan bahwa Indonesia dijadikan sebagai ladang bisnis bagi pengembang aplikasi OTT. Anthony mengungkapkan, banyak pengguna yang dijadikan sebagai target sasaran penjualan oleh pihak pengembang.

Jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan aplikasi dan media sosial tersebut bukan tergolong sedikit. Jadi tak heran, kalau banyak pengembang di luar sana melirik market Indonesia. Hanya saja, setiap platform itu kan ada fitur untuk iklan disana, jadi wajar saja kalau mereka menerima pendapatan di Indonesia harus mengikuti regulasi disini, papar Sekjen Asosiasi Pengusaha Digital Indonesia (APDI) itu.

Anthony memaparkan dengan dikeluarkannya kebijakan ini, akan memicu kreativitas para pemain OTT lokal untuk menciptakan aplikasi – aplikasi yang tidak kalah saing dengan aplikasi asing yang terus menjadikan Indonesia sebagai pasar strategisnya.

Mungkin ini langkah kedepannya yang mendukung komitmen Presiden Jokowi yang pekan lalu berkunjung ke Silicon Valey untuk pro pengembangan technopreneurs lokal. Bahkan Presiden mau menciptakan 1000 technopreneurs lokal, bisa jadi ini cikal bakalnya, tegas Anthony.

Ia juga meminta agar pemerintah harus bijak dan solutif, bukan hanya sekadar melarang saja. Lantaran sosial media kini identik dengan media yang tanpa batas dan kehadirannya sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia itu sendiri.Sebelumnya, perusahaan penyedia konten aplikasi populer atau OTT terancam diblokir di Indonesia karena tidak memiliki badan hukum yang jelas.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!