Pesta Mewah Ultah ke-92 Diktator Zimbabwe di Tengah Kelaparan

redaksi.co.id - Pesta Mewah Ultah ke-92 Diktator Zimbabwe di Tengah Kelaparan Ulang tahun Presiden Zimbabwe Robert Mugabe digelar secara meriah lagi mewah. Dana sebesar US$ 800...

28 0

redaksi.co.id – Pesta Mewah Ultah ke-92 Diktator Zimbabwe di Tengah Kelaparan

Ulang tahun Presiden Zimbabwe Robert Mugabe digelar secara meriah lagi mewah. Dana sebesar US$ 800 ribu atau setara Rp 10,7 miliar digelontorkan dalam perayaan tersebut. Namun, partai berkuasa Zimbabwe –sebagai penyelenggara pesta — banjir kritikan. Sebab, perayaan tersebut dilakukan ketika sebagian rakyat terancam kelaparan akibat kekurangan pasokan pangan. Perayaan, yang disiarkan di televisi — yang juga menampilkan pembacaan puisi anak-anak sekolah untuk sang presiden — diselenggarakan di daerah yang sedang mengalami kekeringan di Masvingo.

Mugabe mendominasi politik Zimbabwe sejak merdeka dari Inggris pada 1980.

Dalam perayaan, pemimpin sepuh itu, dibantu sang istri Grace, melepaskan 92 balon ke angkasa. Puluhan ribu orang hadir dalam acara tersebut. Dalam pidatonya, Mugabe menyerang pihak donor Barat. “Jika bantuan diberikan dengan syarat kita menerima pernikahan sesama jenis…bantuan itu busuk dan menjijikkan,” kata dia seperti dikutip dari BBC, Minggu (28/2/2016).Partai oposisi Movement for Democratic Change (MDC) menyebut perayaan tersebut ‘skandal’.

“Uang yang dihamburkan untuk menggelar perayaan bisa digunakan untuk mengimpor jagung, untuk mengatasi kelaparan dan Masvingo dan area lain,” kata Obert Gutu, juru bicara MDC.

Skandal muncul tak hanya karena pesta tersebut menggunakan uang rakyat. “Tapi juga digelar di salah satu wilayah paling terdampak kekeringan di seluruh negeri.”Program Pangan Dunia PBB atau World Food Programme mengatakan, produksi pangan anjlok hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu akibat kekeringan parah. Sementara, Pemerintah Zimbabwe menyebut, 3 juta warganya mengalami kerawanan pangan dan membutuhkan bantuan sebesar US$ 1,6 miliar. Di sisi lain, anggota partai berkuasa Zanu-PF membantah tudingan pihak oposisi. “Uang bukan masalah di sini,” kata Pupurai Togarepi kepada Reuters.“Tak ada harga yang setara untuk kontribusi Presiden Mugabe pada sejarah dan pembangunan negara ini. Semua yang dilakukannya jauh lebih berharga ketimbang uang,” kata dia.

Zimbabwe mengalami kemerosotan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Hiperinflasi membuat mata uang negara tersebut sama sekali tak berharga.

Mata uang asing digunakan dalam sebagian besar transaksi. Atas semua permasalahan ekonomi yang dialami Zimbabwe, Mugabe mengecam pihak Barat, yang ia tuding sebagai ‘pelakunya’.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!