Angka 9 Jadi Momok Menakutkan bagi Real Madrid

redaksi.co.id - Angka 9 Jadi Momok Menakutkan bagi Real Madrid Real Madrid menghadapi dua tantangan berat saat menjamu Atletico Madrid, Sabtu (27/2/2016) malam ini WIB. Pada...

17 0

redaksi.co.id – Angka 9 Jadi Momok Menakutkan bagi Real Madrid

Real Madrid menghadapi dua tantangan berat saat menjamu Atletico Madrid, Sabtu (27/2/2016) malam ini WIB. Pada laga lanjutan La Liga 2015-2016 di Stadion Santiago Bernabeu tersebut, tak hanya kekuatan tim tamu, melainkan adanya bayangan negatif.

Terkait aneka senjata lawan, Real Madridtinggal mengantisipasi di lapangan. Corak permainan armada Zinedine Zidane wajib berubah jika tak ingin menuai hasil tak memuaskan lagi, seperti kala mereka ditahan imbang Malaga dengan skor 1-1.

“Saya yakin seluruh tim sudah belajar dari laga kontra Malaga, akhir pekan lalu. Itu jadi titik krusial bagi kami untuk segera bangkit. Saya percaya kekuatan teknik Real Madridjauh lebih baik dari Atletico. Sekarang, tinggal sisi non-teknis saja yang bisa berpengaruh,” sebut Sergio Ramos, bek tngah Los Blancos, seperti dirilis El Pais.

Sisi non-teknis yang bisa mengganggu mental Cristiano Ronaldo dkk ada di sektor tradisi. Hal tersebut bukan berkaitan dengan laga versus Atletico Madrid, melainkano kans untuk meraih trofi juara La Liga musim ini.

Saat ini Real Madrid berselisih 9 angka dari sang pemuncak klasemen sementara La Liga, Barcelona. Munculnya angka tersebut menjadi penambah tekanan bagi perjalanan musim ini.

Bagaimana tidak, hanya ada satu tim yang tadinya berselisih 9 poin dari sang pemuncak, lalu mengejar dan menyelesaikan musim dengan titel juara. Hal itu terjadi pada musim 1998-1999, dengan Barcelona sebagai pelaku utama.

El Barca berhasil mengejar ketertinggalan sembilan poin dari Real Madrid, dengan 24 laga tersisa. Kubu Camp Nou berhasil melampaui perolehan El Real dengan selisih 11 poin pada akhir musim.

Sosok seperti Rivaldo, Patrick Kluivert Phillip Cocu sampai Luis Enrique sangat berjasa dalam sisi permainan ofensif. Sedangkan kiper Ruud Hesp menjadi benteng tangguh, hanya kebobolan 42 gol dalam 37 pertandingan.

Selain faktor tradisi, kondisi terkini juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Zinedine Zidane. Terakhir, satu gol dari Cristiano Ronaldo ke gawang Malaga pada menit ke-33, tak bisa dipertahankan. Rentang 33 menit berikutnya, justru lawan berhasil membalas via aksi Raul Albentosa, memanfaatkan umpan Weligton.

Hasil tersebut membuat Real Madrid gagal menaklukkan Malaga dalam dua pertemuan musim ini, alias menyamai periode 2001/2002, ketika Los Galacticos masih diperkuat Zidane. Kegagalan Ronaldo mengeksekusi penalti juga jadi titik negatif, karena itu menjadi ketidakberhasilan ke-7 dari kapten timnas Portugal, sepanjang musim ini.

Latar itulah yang membuat Real Madridwajib menang di sisa pertandingan musim ini, dengan memulainya kontra Atletico Madrid, malam ini. Selain laga reguler, El Clasico pada Minggu (3/4/2016), juga menjadi penentu.

Sumber: El Pais, Marca

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!