Perbedaan Gerhana Matahari Total Tahun Ini dan 1983

redaksi.co.id - Perbedaan Gerhana Matahari Total Tahun Ini dan 1983 JAKARTA -- Wilayah Indonesia beberapa kali dilalui oleh gerhana matahari total (GMT). Indonesia akan menyongsong GMT...

19 0

redaksi.co.id – Perbedaan Gerhana Matahari Total Tahun Ini dan 1983

JAKARTA — Wilayah Indonesia beberapa kali dilalui oleh gerhana matahari total (GMT). Indonesia akan menyongsong GMT ada 9 Maret mendatang. Sebelum tahun ini, terakhir kali Indonesia mengalami GMT yakni pada tahun 1983. Meskipun peristiwanya sama, namun masyarakat merespons dengan cara yang berbeda.

Board of Director International Lunar Observatory Associaton (ILOA) Chatief Kunjaya mengatakan pada tahun 1983, masyarakat memaknai negatif gerhana matahari sehingga memunculkan banyak mitos-mitos. Saat itu, Kunjaya mengamati GMT dari puncak gedung bertingkat di Solo.

“Solo seperti kota mati,” kata dia, saat ditemui, Rabu (25/2).

Banyak mitos yang beredar bahwa matahari ‘dimakan’ oleh makhluk lain. Untuk membebaskannya harus dibunyikan kentongan. Menurut dia, saat itu masyarakat belum mendapatkan edukasi yang baik mengenai gerhana matahari. Saat ini, kata dia, momentum GMT justru bisa menjadi sarana edukasi yang baik bagi masyarakat. Bidang astronomi diharapkan bisa menjadi jembatan agar generasi muda mencintai sains.

Senada, dosen astronomi Institut Teknologi Bandung Hakim Lufhfi Malasan mengatakan pada tahun 1983, masyarakat bersembunyi ketika menjelang GMT. “Astronom berjuang bahwa melihat gerhana itu anugerah. Itu adalah proses pembelajaran yang baik asalkan kita bisa melihat secara benar,” kata dia.

Kini, keadaan sudah berubah. Hakim mengatakan masayarakat sudah cukup teredukasi dengan baik sehingga wilayah yang bisa menyaksikan GMT telah besiap-siap menyambut para wisatawan yang penasaran dengan fenomena alam ini. Masyarakat juga bisa melihat gerhana secara amatir asal menggunakan filter yang baik. Pecinta astronomi juga menyambut peristiwa ini dengan antusias. Mereka menyambut peristiwa GMT ini dengan serangkaian kegiatan edukasi dan lomba-lomba yang berkaitan dengan astronomi.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!