Mumi Pelaut Jerman Ditemukan Nelayan di Filipina

redaksi.co.id - Mumi Pelaut Jerman Ditemukan Nelayan di Filipina Sebuah mumi seorang pelaut Jerman ditemukan nelayan di kapal pesiar yang sedang mengambang di Filipina. Polisi menyelidiki...

32 0

redaksi.co.id – Mumi Pelaut Jerman Ditemukan Nelayan di Filipina

Sebuah mumi seorang pelaut Jerman ditemukan nelayan di kapal pesiar yang sedang mengambang di Filipina. Polisi menyelidiki kasus ini setelah dua nelayan menemukan mayat tersebut pada Kamis (25/2).

Dilansir The Guardian, Selasa (1/3), petugas menemukan dokumen identitas di kapal. Dokumen menunjukkan mayat tersebut merupakan Manfred Fritz Bajorat (59 tahun).

Wakil Kepala Polisi dekat kota Barabo Inspektur Mark Naveles mengatakan penyebab kematian Bajorat belum diketahui. Tak ada pula tanda-tanda mencurigakan dari kematiannya.

“Itu masih sebuah misteri bagi kita,” kata Navales.

Mayat Barojat ditemukan duduk di sebuah meja di ruang radio kapal. Navales mengatakan, ia tampak seperti orang sedang tidur. Waktu kematian tepatnya belum ditentukan. Namun yacht ditemukan di laut Filipina sekitar 100 kilometer dari Barabo.

Bajorat dilaporkan telah berlayar keliling dunia dengan yacht Sayo selama 20 tahun. Laporan mengatakan ia tak terlihat sejak 2009. Tapi seorang temannya mengatakan ia dengar dari seorang pelaut 2015 melalui Facebook.

Pihak berwenang mencoba menghubungi teman-teman dan keluarganya di Jerman dengan harapan mereka akan mampu menjelaskan pergerakannya. Yacht ditemukan mengambang di Barabo.

Penyelidikan polisi menemukan tak ada tanda-tanda kekerasan. Navales mengatakan barang-barang di dalam kapan berserakan dan dombet Bajorat tak ditemukan. Tapi radio yacht, GPS dan barang berharga lainnya masih ada.

Dr Mark Benecke, ahli kriminologi forensik Jerman mengatakan cara duduknya menunjukkan kematiannya tak terduga kemungkinan akibat serangan jantung. Laporan menyatakan angin laut kering, suhu panas dan air asin membantu mengawetkan tubuhnya.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: AS Uji Coba Bom Hidrogen 14,8 Megaton

(red/ngga/eksa/AR)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!