Osama bin Laden Minta Rakyat AS Dukung Obama

126

redaksi.co.id – Osama bin Laden Minta Rakyat AS Dukung Obama

Mantan petinggi Alqaida, Osama bin Laden ternyata pernah menulis surat yang ditujukan kepada publik Amerika Serikat (AS). Isi surat itu antara lain mengimbau warga AS agar mendukung Presiden Barack Obama dalam melawan perubahan iklim “yang dahsyat” dan melindungi “kemanusiaan”.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (1/3), kepedulian Osama bin Laden terhadap isu lingkungan itu terungkap setelah pemerintah AS mempublikasi hasil temuan militernya, kemarin (1/3).

Seperti diketahui, pada 2 Mei 2011 silam, pasukan militer AS menyerbu lokasi persembunyian Osama di Pakistan. Selain berhasil membunuh Osama, militer AS juga mengambil semua dokumen milik sosok yang diklaim sebagai dalang peristiwa teroris 11 September 2001 itu.Adapun surat tersebut ditulis tangan dan menggunakan bahasa Arab.

Laporan Reuters menyebutkan, pejabat intelijen AS meyakini surat tersebut ditulis oleh Osama bin Laden, meskipun tak ada tanda tangan dalam surat itu. Diduga, surat ini ditulis pada 2009 atau ketika Barack Obama baru menjalankan tugasnya sebagai presiden AS.

Dalam surat yang sama, Osama juga menuding para kapitalis perusahaan multinasional dan pelobi sebagai dalang krisis keuangan AS 2007-2008.Menurut dia, krisis itu memuluskan jalan bagi serangan AS ke Irak dan Afghanistan.

Karenanya, Osama mengimbau rakyat AS untuk melakukan “revolusi besar demi kebebasan” agar Presiden Obama selamat dari pengaruh dua dalang krisis finansial itu. Bila tak demikian, tulis Osama, Presiden Obama tak bisa membuat “keputusan yang masuk akal untuk melindungi kemanusiaan dari petaka yang mengancam.”

Osama juga menegaskan, lebih baik dunia internasional konsen terhadap perubahan iklim, alih-alih menggaungkan perang terhadap Islam.”… dunia seharusnya berupaya sekuat tenaga untuk mengurangi gas (penyebab pemanasan global),” demikian kutipan surat untuk seseorang bernama Syeikh Mahmud dan diyakini sebagai tulisan tangan Osama bin Laden.

“Ini perjuangan antara dua kekuatan besar budaya dunia, dan perjuangan ini berada dalam bayang-bayang kondisi perubahan iklim yang gawat.”

(red/ainin/adziroh/LN)

loading...

Comments

comments!