Indonesia Akan Impor Beras dari Thailand 5.000 Ton

118

redaksi.co.id – Indonesia Akan Impor Beras dari Thailand 5.000 Ton

Indonesia akan mengimpor beras dari Thailand sebanyak 5.000 ton untuk memenuhi permintaan dalam negeri terutama untuk sejumlah daerah menyusul adanya kekurangan.

Bulog Divisi Regional Wilayah Nusa Tenggara Timur kembali melakukan impor beras asal Thailand sebanyak 5.000 ton untuk membantu memenuhi kebutuhan beras di NTT. “Kita beberapa hari yang lalu sudah minta persetujuan dari Gubernur dan pak Gubernur Frans Lebu Raya sudah menyetujui hal tersebut,” kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Divre NTT Minggus Foes kepada Antara di Kupang, Rabu (2 Maret 2016).

Ia menjelaskan karena sudah disetujui oleh Pemerintah Provinsi maka diperkirakan pada akhir Maret sebanyak 5.000 ton beras impor asal Thailand akan tiba di Pelabuhan Tenau. Minggus mengungkapkan kebutuhan beras untuk wilayah NTT cukup besar sehingga impor beras dari Thailand kembali dilakukan untuk menjaga agar kebutuhan beras di NTT tetap terpenuhi. Di samping beras impor dari Thailand, Bulog Divre NTT juga pada akhir Maret juga akan menerima beras dari wilayah Jawa Timur, jumlahnya mencapai 9.000 ribu ton.

“Untuk sekarang stok beras kita mencapai 42.100 ton dan kalau ditambah dengan beras impor dari Thailand dan juga beras dari Jawa Timur maka pada akhir Maret total semuanya beras yang kita miliki berjumlah 56.100 ton,” tuturnya. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Sub Cabang Waingapu ini mengaku dengan jumlah beras sebanyak itu, stok beras untuk masyarakat NTT akan bertahan sampai dengan Mei 2016.

Sebelumnya pada 18 Februari 2016 lalu 15.000 ton beras asal Thailand telah tiba di pelabuhan Tenau. Beras tersebut diimpor untuk kegiatan operasi pasar jika terjadinya gagal tanam akibat El Nino. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, dampak El Nino kemungkinan berlangsung sampai akhir Februari 2016, sehingga ancaman gagal tanam cukup terbuka lebar.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan NTT mengimbau para petani di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu untuk menanam kembali dengan memanfaatkan sisa musim hujan pada Maret 2016. “Kami terus mendorong para petani untuk memanfaatkan sisa musim hujan ini dengan menanam jagung serta tanaman hortikultura lainnya untuk menghadapi kemarau dalam tahun ini,” kata Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan NTT Yohanis Ruba Tay. BISNIS

(red/iti/mi/anik/SUH)

loading...

Comments

comments!