Wawancara Djadjang Nurdjaman: Dari Pasta Hingga Ronaldo

redaksi.co.id - Wawancara Djadjang Nurdjaman: Dari Pasta Hingga Ronaldo Djadjang Nurdjaman mendapat kesempatan menimba ilmu kepelatihan di Inter Milan. Mantan pelatih Persib Bandung itu mulai menikmati...

11 0

redaksi.co.id – Wawancara Djadjang Nurdjaman: Dari Pasta Hingga Ronaldo

Djadjang Nurdjaman mendapat kesempatan menimba ilmu kepelatihan di Inter Milan. Mantan pelatih Persib Bandung itu mulai menikmati hari-harinya di Negeri Spaghetti.

Sudah lebih dari sebulan pelatih yang akrab disapa Djanur ini berada di markas latihan Nerazzurri. Pelatih berusia 51 tahun ini berbagi kegiatannya selama di Italia kepada Liputan6.com.

Djadjang juga mengungkapkan, kerinduannya pada suara dukungan bobotoh. Selain itu, dia juga bercerita tentang anak-anak berbakat yang berlatih dengan skuat muda Inter Milan.

Melalui surat elektronik, Liputan6.com melakukan wawancara dengan pelatih yang membawa Persib juara Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015. Berikut petikan wawancara dengan Djadjang Nurdjaman:

1.Bagaimana Coach Djanur menjalani hari-hari selama di Italia? Kegiatan di Milan seperti apa?

Djadjang Nurdjaman: Kegiatan saya di sini normal saja setiap hari saya pergi ke lapangan untuk mengikuti program latihan U-19 dan U -18, tapi karena mereka dalam musim berjalan, jadi latihan hanya sekali dalam sehari.

2.Bagaimana sambutan orang-orang di Inter Milan kepada pelatih dari Indonesia, yang notabene negara asal Presiden klub (Erick Thohir)?

Djadjang: Alhamdulillah orang-orang di sini semuanya baik baik sekali dan menyambut saya, bukan hanya tim pelatih, tapi semuanya sangat membantu. Mungkin karena mereka tahu saya diutus oleh Pak Erick Thohir.

3.Sejauh ini, ilmu kepelatihan apa yang didapat di Italia, tapi tidak bisa diperoleh di Indonesia?

Djadjang: Ilmu kepelatihan yang saya dapat walaupun baru sebulan lebih seminggu pastinya sudah bertambah. Tapi insya Allah semua pelajaran itu di Indonesia saya sudah ketahui dan rasanya semuanya bisa dilakukan di Indonesia, asal dibarengi dengan fasilitas seperti di sini (Italia), itu yang sangat beda, fasilitas latihannya.

4.Bagaimana adaptasi Coach Djanur tinggal di Italia, apa kendala yang dihadapi selama di sana?

Djadjang: adaptasinya pelan-pelan lah, ada tiga hal yang harus saya atasi di sini yaitu, iklim, makanan, dan bahasa. Semuanya harus segera dapat diatasi, soal dingin, pelan-pelan sudah dapat menyesuaikan, makanan juga begitu. Bahasa agak sulit karena di sini mayoritas hanya berbahasa Italia enggak banyak yang bicara dengan Inggris.

5.Apa kesan yang didapat Coach Djanur dalam melatih pemain-pemain muda Inter Milan? Apa ada tawaran melatih tim kecil atau akademi di Italia?

Djadjang: Kesan terhadap pemain muda Inter adalah mereka talenta-talenta yang luar biasa karena masuk ke Inter melalui proses recruitment yang ketat, mereka serius dan disiplin dalam berlatih.

6.Selama di Italia, apa perkembangan Persib sekarang yang Coach Djanur ketahui? Apa pendapat Coach Djanur tentang Dejan Antonic?

Djadjang: Soal perkembangan Persib, saya ikutin infonya. Tapi, maaf saya enggak mau komentar tentang Persib, takut ganggu stabilitas tim.

7.Apa makanan favorit Coach Djanur selama di Italia? Bagaimana kalau Coach Djanur kangen masakan Indonesia?

Djadjang: Makanan favorit ya pasta lah dan saya tiap hari makan nasi karena masak di rumah. Saya tinggal di Verona dengan putri saya yang nikah dengan orang Italia.

8.Apa yang paling dirindukan Coach Djanur dari Bandung? Bagaimana cara Coach Djanur mengobati rindu dengan keluarga dan orang-orang terdekat?

Djadjang: Pasti rindu sekali dengan Bandung, bobotoh yang menyapa di mana pun, teman-teman dekat dan Persib. Soal keluarga, pasti setiap hari ada komunikasi, tapi walaupun begitu tetap saja sangat rindu sama mereka.

9.Setelah nanti pulang dari Italia, apa rencana Coach Djanur selanjutnya?

Djadjang: Sepulang dari sini rencana ke depan belum tahu.

10.Apa momen-momen spesial dan istimewa selama Coach Djanur berada di Inter Milan?

Djadjang: Yang pasti momen yang sangat luar biasa kemarin nonton Inter vs Sampdoria, ketemu orang-orang hebat di dunia sepak bola bahkan sempat selfie, karena satu zona dan satu ruangan ketika makan snack saat halftime, dengan Pak Erick Thohir, Massimo Moratti, Ronaldo Luiz Nazario da Lima, Jose Mourinho, Javier Zanetti, dan Francesco Toldo.

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!