Harga Rumah Bersubsidi Masih Mahal karena Tidak Ada Standarisasi Bahan Bangunan yang Digunakan

redaksi.co.id - Harga Rumah Bersubsidi Masih Mahal karena Tidak Ada Standarisasi Bahan Bangunan yang Digunakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beruaha terus mendorong terwujudnya...

29 0

redaksi.co.id – Harga Rumah Bersubsidi Masih Mahal karena Tidak Ada Standarisasi Bahan Bangunan yang Digunakan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beruaha terus mendorong terwujudnya industrialisasi di bidang perumahan. Tujuannya, untuk menekan harga jual rumah ke konsumen.

Industrialisasi perumahan diharapkan juga dapat mempercepat proses serta menghemat biaya dalam proses pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah.

Untuk mewujudkan Program Sejuta Rumah dan mencapai target pembangunan sejuta rumah untuk masyarakat setiap tahunnya mau tidak mau diperlukan industrialisasi di bidang perumahan,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, Rabu (2/3/2016).

Menurut Syarif, tingginya harga jual perumahan, baik itu rumah bersubsidi maupun non subsidi atau komersial karena tidak adanya standarisasi bahan material bangunan yang digunakan. Jika industrialisasi di bidang perumahan bisa terwujud tentunya pola pembangunan perumahan nantinya tidak akan berbeda jauh.

Apabila kita membangun rumah sekitar 70 persen biaya yang dikeluarkan berasal dari harga material bangunan,” kata Syarif.

Meskipun demikian, Syarif menambahkan, dirinya berharap Balitbang Kementerian PUPR juga mampu menghasilkan penelitian tentang bahan bangunan yang mudah untuk diaplikasikan dalam pembangunan rumah. Sebab, keamanan dan kenyamanan penghuni tetap menjadi prioritas utama dan jangan sampai membuat rumah dengan bahan bangunan yang murah tapi dapat membahayakan penghuninya.

Saya yakin Balibang Kementerian PUPR dapat menghasilkan penelitian yang baik dan mendorong pengusaha untuk membuat industrialisasi bahan bangunan perumahan,” papar Syarif.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!