Kisah Rima, Bayi yang Lahir di Kamp Pengungsi Suriah

redaksi.co.id - Kisah Rima, Bayi yang Lahir di Kamp Pengungsi Suriah Rima, bayi mungil itu baru saja membuka mata pada dunia, Selasa (1/3) kemarin. Ia adalah...

14 0

redaksi.co.id – Kisah Rima, Bayi yang Lahir di Kamp Pengungsi Suriah

Rima, bayi mungil itu baru saja membuka mata pada dunia, Selasa (1/3) kemarin. Ia adalah anak kedua dari pasangan Khouloud Ahmad Suleiman (21) dan Mohammad Salameh (22). Si sulung, Alaa (2 tahun), juga lahir di Zaatari, sebuah kamp yang menampung sekitar 80 ribu pengungsi Suriah di Jordan.

Keluarga itu merekam banyak pengalaman pengungsi selama perang, yang akan segera memasuki tahun keenam. Khouloud dan Mohammad membina rumah tangga di kamp pengungsian. Keduanya berasal dari Deraa, selatan Suriah. Mereka meninggalkan negara itu tiga tahun silam.

Khouloud dan Mohammad sudah saling kenal sejak dari Suriah, tetapi di Zaatari-lah mereka menikah dan membina biduk rumah tangga. Rima dan Alaa lahir di Yordania, tempat kedua orang tua mereka menikah.

“Ketika baru saja tiba, kami pikir kami akan berada di sini sekitar dua sampai tiga bulan. Tapi ketika kami menyadari itu akan memakan waktu lebih lama, kami memutuskan untuk memulai sebuah keluarga di sini,” kata Mohammad, dilansir dari Aljazirah, Kamis (3/3).

Mohammad beruntung memiliki pekerjaan. Warga Suriah tidak diizinkan memiliki pekerjaan, tetapi di kamp banyak pekerjaan informal tersedia. Mohammad bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu di toko falafel. Dari sana, ia mendapatkan 211 dolar AS per bulan.

Kelahiran Rima berjalan normal. Bayi ini merupakan bayi ke-5.000 yang lahir di klinik Zaatari. Ketika sang ayah menyadari putrinya adalah tonggak sejarah, ia pun memberi nama sesuai nama dokter yang membantu persalinan, Dr Rima Diab. Pascakelahiran Rima, klinik ini mengadakan perayaan kelahiran 5.000 bayi.

Baca juga: 5.000 Bayi Lahir di Kamp Pengungsi Suriah

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!