Din Syamsudin: LGBT Jangan Dimusuhi

redaksi.co.id - Din Syamsudin: LGBT Jangan Dimusuhi , Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin, mengatakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT)...

10 0

redaksi.co.id – Din Syamsudin: LGBT Jangan Dimusuhi

, Jakarta – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsuddin, mengatakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) merupakan perbuatan haram. Namun dia meminta agar kelompok LGBT tetap dibantu untuk sembuh dan jangan dimusuhi.

“Saya bukannya menolak, tapi legalisasi ini perlu waktu,” kata Din dalam diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 4 Maret 2016.

Menurut dia, pendekatan preventif merupakan cara yang tepat dalam menyikapi keberadaan kelompok LGBT. Terkait dengan adanya usul merumuskan Undang-Undang untuk mencegh LGBT, Din berpendapat hal itu belum perlu dilakukan dalam waktu dekat.

Din meminta negara atau organisasi masyarakat lebih dahulu mencari cara untuk mengatasinya. “Saat ini lebih ke dialog, persuasif, dan edukasi yang dilakukan oleh negara,” ujarnya.

Din mengaku yakin LGBT bisa disembuhkan. Menurut dia, LGBT terjadi karena adanya faktor lingkungan atau pergaulan, bukan bawaan lahir. Dia menghimbau agar umat Islam jangan mencaci kaum LGBT.

Rohaniawan Katolik Romo Benny Susetyo mengatakan sikap gereja Katolik menyikapi LGBT sudah tegas. Gereja tidak menolak LGBT, tapi menolak prakteknya.

Menurut Benny, negara seharusnya hadir dengan memberikan perlindungan dan rehabilitasi bagi kaum LGBT dengan alasan kemungkinan untuk sembuh ada. Ia mengatakan, organisasi agama dan pemerintah sebaiknya memberikan pendidikan dasar mengenai seksualitas bagi generasi muda untuk mencegah LGBT.

Benny meminta kaum LGBT yang ada saat ini menahan diri dan menghargai norma yang ada di Indonesia. “Jangan kampanye di publik,” kata dia.

Sementara Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia Imdadun Rahmat mengatakan, yang paling penting saat ini ialah, negara harus melindungi kaum LGBT dari tindakan kekerasan yang ditujukan pada mereka. AHMAD FAIZ

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!