Salah Satu Penyebab Ireng Maulana Meninggal

redaksi.co.id - Salah Satu Penyebab Ireng Maulana Meninggal Di tengah kemeriahan Java Jazz 2016 hari kedua yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, kabar duka datang...

18 0

redaksi.co.id – Salah Satu Penyebab Ireng Maulana Meninggal

Di tengah kemeriahan Java Jazz 2016 hari kedua yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Ireng Maulana, maestro jazz tanah air menghembuskan napas terakhirnya pada hari Minggu (6/3) dini hari pukul 00.10 WIB. Sang istri, Maria Maulana yang ditemui di Rumah Duka RS. Dharmais, Jakarta Barat siang tadi menceritakan kronologis meninggalnya sang suami akibat serangan jantung.

” Saya kebetulan nggak bersama dia kemarin, nggak ikut. Biasanya ikut tapi kemarin nggak ikut. Ya memang sudah beberapa hari saya dengar dia kayak sesak nafas. Tapi orangnya agak keras kepala disuruh periksa dokter nggak mau, kan waktu 2006 pernah masuk ICU juga karena jantung. (Diagnosa dokter) jantung itu. Pasti jantung. Dia udah memang kalau nyetir mobil sebelah saya itu sesak napas. Disuruh ke dokter ‘nggak saya sehat’ orangnya begitu nggak mau nyusahin orang,” ujar Maria.

Hal senada pun disampaikan anak ke-2 Ireng, Tomi Maullana yang mengungkapkan bahwa sang ayah belakangan ini suka mengalami sesak napas. ” Sebenarnya sih nggak ada sakitnya. Sudah dicover dari beberapa tahun lalu. Tapi memang suka ada sesak napas dan kemarin itu ada cairan di paru-paru. Udah beberapa tahun dan nggak kambuh. Memang suka ada cairan itu,” kata Tomi.

Diceritakan Tomi, sebelum meninggal sang ayah sedang ada show bersama rekan-rekannya. Namun, tiba-tiba ia mengeluh sesak napas dan saat dilarikan ke rumah sakit nyawanya sudah tidak tertolong.

” Sepertinya saat di bawa rumah sakit sudah tidak tertolong. Dari tempat show-nya di kawasan Senayan. Pas lagi show dia mengeluh sakit, lalu dibawa sama rekan-rekannya ke rumah sakit, tapi di dalam perjalanan kayaknya tidak tertolong,” jelasnya.

” Saya nggak melihat. Karena kami keluarga di telepon malam ya, justru pas saya datang, teman-teman musisi sudah banyak di RS Harapan Kita. Baru ada abang sepupu dan adik saya. Pas meninggal nggak ada yang melihat sama sekali dari keluarga,” pungkas Tomi.

(kpl/rhm/pit)

(red/oudlon/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!