Tim Biomedika ITB Kembangkan Mesin Pemeriksa Pembuluh Darah

redaksi.co.id - Tim Biomedika ITB Kembangkan Mesin Pemeriksa Pembuluh Darah , BANDUNG - Tim peneliti dari Kelompok Keahlian Biomedika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut...

28 0

redaksi.co.id – Tim Biomedika ITB Kembangkan Mesin Pemeriksa Pembuluh Darah

, BANDUNG – Tim peneliti dari Kelompok Keahlian Biomedika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung mengembangkan mesin pemeriksa pembuluh darah. Perangkat itu dirancang untuk menjalankan 12 fungsi guna pemeriksaan lengkap pasien. Mesin yang tak menyakiti pasien dalam proses pemeriksaannya tersebut dinamakan NIVA, singkatan dari Non Invasive Vascular Analyzer.

NIVA dirancang untuk mengukur fungsi dan risiko vaskuler atau pembuluh darah manusia. Berbasis photoplethysmograph (PPG) dan memakai sensor tekanan darah, alat itu dirancang sebagai solusi terintegrasi pengukur kesehatan pembuluh darah dan mendeteksi dini potensi penyakit kardiovaskuler atau jantung dan pembuluh darah.

Saat ini yang dipakai rumah sakit alat impor dan terpisah-pisah fungsi pemeriksaannya, kata anggota tim riset Muhammad Shiddiq kepada Tempo di sela pameran penelitian peringatan Dies Natalies ke-57 Institut Teknologi Bandung di Aula Timur, 2-5 Maret 2016.

Penggunaannya, pasien akan dipasangi manset pada kedua lengan dan pergelangan kaki dan penjepit jari photoplethysmograph (PPG) untuk mengukur aliran darah dari tangan ke kaki.

Data yang diperoleh kemudian dibaca sensor tekanan darah dan detak jantung di dalam kotak, selanjutnya disaring kotak kendali (control box) dan diubah menjadi data digital. Datanya himpunan dari aliran empat titik tangan dan kaki, kata lulusan S-2 dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika 2013 itu.

Dari perangkat itu, data kemudian diolah kembali oleh perangkat lunak agar bisa mudah dibaca oleh dokter. Menurut Shiddiq, NIVA kini dalam tahap uji teknis di Lembaga Ilmu dan Pengetahuan Indonesia (LIPI) Serpong. Sejak diuji Agustus 2015 lalu, NIVA harus menjalani beberapa perbaikan seperti tanda peringatan voltage listrik alat yang harus diukir bukan sekedar tempelan di stiker, serta alarm pengaman alat.

Saat ini, kata Shiddiq, riset alat tersebut bermitra dengan Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta dan dengan Bagian Kardiologi Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Selesai uji teknis alat nanti, tahapan selanjutnya yaitu uji klinis. Nanti dibandingkan data dan hasilnya dengan alat impor yang dipakai rumah sakit, ujarnya.

ANWAR SISWADI

(red/isang/ima/ijaya/RBW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!