Menkeu: Pusat Logistik Berikat Terobosan Baru Ekonomi

redaksi.co.id - Menkeu: Pusat Logistik Berikat Terobosan Baru Ekonomi Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan Pusat Logistik Berikat di Cakung-Cilincing, Jakarta Utara, merupakan terobosan baru dalam kebijakan...

35 0

redaksi.co.id – Menkeu: Pusat Logistik Berikat Terobosan Baru Ekonomi

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan Pusat Logistik Berikat di Cakung-Cilincing, Jakarta Utara, merupakan terobosan baru dalam kebijakan ekonomi.

“Ini makin memudahkan logistik, kalau perlu bahan baku dan bahan modal enggak perlu kontak luar negeri,” katanya di sela-sela peresmian Pusat Logistik Berikat tersebut, Kamis, 10 Maret 2016. Bambang menjelaskan, Pusat Logistik Berikat akan memberikan efisiensi dalam bidang logistik bagi para pengusaha. Jika sebelumnya para pengusaha harus mengimpor bahan baku atau bahan modal dari Singapura dan Malaysia ketika membutuhkannya karena pusat logistik terbesar di Asia Tenggara ada di dua negara itu.

Tapi dengan adanya Pusat Logistik Berikat itu, menurut Bambang, permintaan bahan baku dan barang modal bisa diupayakan dari Indonesia. Terlebih, permintaan barang terbesar berasal dari Indonesia. Kalau pusat permintaan ada di Indonesia, maka pusat logistiknya harus didekatkan. Mendekat, di mana permintaan itu ada,” ujarnya. Bambang menuturkan bahwa ada sebelas perusahaan yang sudah mendapatkan lisensi untuk melakukan Pusat Logistik Berikat di Indonesia. Lisensi ini berlaku pada berbagai sektor seperti manufaktur, minyak dan gas, sampai usaha kecil dan menengah.

Peresmian Pusat Logistik Berikat merupakan implementasi kebijakan paket ekonomi II, yang berfokus pada upaya meningkatkan investasi. Beberapa upaya yang dilakukan berupa deregulasi dan debirokratisasi peraturan untuk mempermudah investasi, baik penanaman modal dalam negeri dan asing. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah adalah memberi insentif fasilitas di kawasab pusat logistik berikat.

Dengan adanya pusat logistik, maka perusahaan manufaktur tak perlu mengimpor dan mengambil barang dari luar negeri, karena cukup mengambil dari pusat logistik. Peresmian Pusat Logistik Berikat ini sendiri dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara. Menteri Perindustrian Saleh Husin yang semula dijadwalkan hadir ternyata tak muncul dalam acara ini.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!