Apa yang Akan Tubuh Kita Alami Usai Kematian? Ini Jawabannya

redaksi.co.id - Apa yang Akan Tubuh Kita Alami Usai Kematian? Ini Jawabannya , Suka atau tidak, kita pasti akan meninggal dunia suatu saat nanti. Berbagai...

39 0

redaksi.co.id – Apa yang Akan Tubuh Kita Alami Usai Kematian? Ini Jawabannya

, Suka atau tidak, kita pasti akan meninggal dunia suatu saat nanti. Berbagai kepercayaan mencoba memberikan penjelasan mengenai pengalaman metafisik yang akan dialami seseorang setelah kematiannya. Tapi, yang terjadi pada tubuh kita setelah kematian sepenuhnya berkaitan dengan sains dan terlihat sangat tidak menyenangkan.

Sebuah video dari AsapScience menjelaskan proses yang terjadi dari saat kematian hingga fase akhir pembusukan.

Sekitar 100 orang mati pada setiap menit di seluruh dunia. Berikut ini penjelasan mengenai apa yang akan terjadi pada tubuh kita setelah kematian.

Beberapa Jam pertama

Pada detik-detik awal setelah kematian, oksigen dalam tubuh kita langsung habus dan aktivitas otak terhenti.

Saraf-saraf kemudian berhenti beroperasi dan otak berhenti memberikan hormon yang mengatur berbagai fungsi tubuh meski beberapa bagian mungkin masih tetap berfungsi selama beberapa menit.

Adenosin trifosfat (ATP) yang tersisa yang menyediakan energi untuk hidup, digunakan dan otot-otot melemas.

Ini termasuk sphincters (sehingga ada kemungkinan besar kita masih akan buang air besar atau kecil setelah mati).

Tubuh yang mati biasanya terlihat pucat terutama pada orang-orang yang berkulit cerah.

Ini adalah akibat tak adanya aliran darah, dan hal itu semakin jelas terlihat dalam 15 hingga 20 menit setelah kematian.

Jantung tak lagi memompa darah sehingga sirkulasi darah terhenti dan gravitasi menarik semua darah kebagian terbawah tubuh.

Setelah beberapa jam, tubuh akan terlihat berwarna merah dan ungu yang ditimbulkan oleh darah yang mengumpul.

Pada 12 jam setelah kematian, tubuh akan mencapai tingkat perubahan warna maksimal.

Proses ini dikenal dengan istilah livor mortis yang membantu para ahli forensik untuk menentukan prakiraan waktu kematian.

Selama periode ini, proses yang lain juga dimulai.

Dalam tiga hingga enam jam setelah kematian, sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah rigor mortis dimulai.

Organ-organ sel memburuk lantaran tak adanya energi, dan tak adanya kalsium yang masuk ke dalam sel otot yang membuat otot menjadi kaku.

Otot menjadi keras sehingga posisi tubuh tak akan lagi berubah dalam 24 hingga 48 jam.

Beberapa Hari Setelah Kematian

Ketika proses-proses lain terjadi, tubuh kita (jika tidak diawetkan) perlahan-lahan mengalami pembusukan.

Sel-sel di dalam tubuh tertimbun tanpa adanya aliran darah sehingga menimbulkan peningkatan gas karbondioksida, dan tingkat pH jaringan dalam tubuh.

Ini melemahkan membrane sel sehingga meletus dan memuntahkan sitosol.

Sitosol terdiri dari protein dan enzim yang merusak jaringan yang melapisi seluruh tubuh dengan bantuan lebih dari 100 triliun mikroorganisme.

Lalu, bakteri anaerobik (yang tak membutuhkan oksigen untuk hidup) di dalam saluran pencernaan memakan organ-orang perut.

Ini adalah proses yang berbau busuk yang dikenal dengan istilah pembusukan dan aroma busuk yang dilepaskan oleh kerusakan asam amino menarik sejumlah serangan seperti tungau, kumbang bangkai, dan lalat.

Lalat-lalat kemudian bertelur pada jaringan tubuh yang busuk dan langsung menetas menjadi larva dalam sehari. Larva atau belatung ini kemudian memakan jaringan yang tersisa hingga mereka dewasa.

Beberapa Pekan Kemudian

Belatung bisa memakan 60 persen jaringan tubuh dalam waktu hanya beberapa pekan, dan ono menimbulkan lubang-lubang yang melepaskan cairan dan gas pembusukan.

Antara 20 hingga 50 hari setelah kematian, terjadi fermentasi butirat dan kini menarik larva kumbang, protozoa, dan jamur.

Ini dikenal dengan proses pembusukan kering, dan bisa terjadi dalam waktu setahun.

Setahun dan Setelahnya

Apapun bagian tubuh yang tersisa akan dimakan oleh tanaman dan hewan dalam waktu beberapa tahun, termasuk kerangka.

Kemudian molekul-molekul yang tersisa akan didaur ulang oleh alam.

DAILYMAIL | A. RIJAL

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!