Begini Kerasnya Kehidupan Manusia 2 Juta Tahun Lalu

redaksi.co.id - Begini Kerasnya Kehidupan Manusia 2 Juta Tahun Lalu , Amerika - Peneliti berhasil membuat rekayasa lingkungan tinggal manusia sekitar 1,8 juta tahun lalu....

25 0

redaksi.co.id – Begini Kerasnya Kehidupan Manusia 2 Juta Tahun Lalu

, Amerika – Peneliti berhasil membuat rekayasa lingkungan tinggal manusia sekitar 1,8 juta tahun lalu. Ternyata, kehidupan nenek moyang manusia zaman dahulu sangatlah keras.

Simulasi tersebut berlokasi di Olduvai Gorge, Tanzania. Mereka harus bersaing terus menerus dengan karnivora lain soal makanan, kata Profesor dari Rutgers Department of Eartah and Planetary Sciences, Gail M. Ashley, seperti dilansir dari Science Daily pada Kamis, 10 Januari 2016.

Olduvai Gorge pertama kali ditemukan oleh paleoantropolog Mary Leakey pada tahun 1959. Di sana, ia dan timnya menemukan ribuan alat batu dan tulang binatang. Berdasarkan temuan tersebut, perlahan para peneliti merekonstruksi kembali bagaimana manusia purba saat itu hidup. Berdasarkan fosil tulang, manusia purba yang hidup adalah Paranthropus boisei dan Homo habilis .

Sedangkan, spesies binatang yang diduga hidup pada saat bersamaan adalah jerapah, gajah, wildebeest , dan beberapa spesies antelop. Adapula binatang buas seperti singa, macan tutul, dan hyena; mereka menjadi ancaman tersendiri bagi nenek moyang manusia saat itu.

Para manusia purba diduga mendapat asupan makanan dari daging binatang pemakan rumput, tumbuh-tumbuhan, serta krustasea dan siput. Pertanyaan yang timbul di benak Ashley adalah tentang metode pengumpulan daging hewan.

Kita tahu kebutuhan mereka akan daging karena adanya perkembangan ukuran otak sehingga butuh protein yang lebih banyak. Tapi bagaimana mereka mendapatkannya? kata dia. Dua hipotesis yang timbul adalah, para manusia purba berburu sendiri; atau menunggu sisa-sisa bangkai hasil buruan binatang pemakan daging.

Saat makan daging pun, mereka tak duduk santai di atas tanah. Tumpukan tulang binatang yang banyak terkonsentrasi di bawah pohon, mengindikasikan manusia purba memanjat ke dahan yang agak tinggi. Diduga, mereka menghindari kontak dengan karnivora yang terpancing wangi darah dan daging.

Peneliti menduga manusia purba menduduki area tersebut selama puluhan hingga ratusan tahun. Namun, tak tinggal secara permanen di sana. Menurut Ashley, mereka hanya memanfaatkan kedekatan dengan sumber mata air di Olduvai Gorge.

SCIENCE DAILY | URSULA FLORENE

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!